Forkompimda Malang Meminta Warga dan AMP Saling Introspeksi

Daviq Umar Al Faruq 02 Juli 2018 20:42 WIB
kekerasan
Forkompimda Malang Meminta Warga dan AMP Saling Introspeksi
Mediasi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur di Aula Polres Malang Kota, Senin 2 Juli 2018. (Foto: Daviq)
Malang: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Malang memediasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur yang terlibat bentrok pada Minggu, 1 Juli 2018 malam. 

Dalam mediasi tersebut, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengungkapkan masyarakat memiliki andil untuk menjaga Kota Malang tetap aman dan kondusif.

"Dengan kejadian tadi malam, kita wajib intropeksi diri. Adik-adik mahasiswa Papua yang belajar di Kota Malang tentu kita dukung. Kalian belajarlah dengan baik, sehingga nanti bisa ikut membangun Papua," katanya.


Sedangkan, Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Inf Nurul Yakin, mengatakan memang benar adanya kebebasan dalam berdemokrasi. Tapi kebebasan tersebut juga dibatasi oleh undang-undang. 

"Jadi kita berbicara aturan saja, jadi tolong aturan itu dihormati karena di lingkungan seperti RW pun juga ada aturan. Jadi tidak usah dibesar-besarkan. Pesan saya kalau kita tidak mau berkonflik, kenapa tidak berdamai saja," ungkapnya.

Baca: Mediasi Mahasiswa Papua dan Warga Dinoyo Mentok

Sementara itu, Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan tidak ada peristiwa yang tidak direncanakan oleh Tuhan. Sehingga dia meminta agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya.

"Jadi keberadaan peraturan daerah bahkan peraturan kelurahan, itu untuk mengatur supaya kita tidak seenaknya sendiri. Jangan sampai predikat Malang yang sudah kondusif ini menjadi tidak kondusif," pungkasnya.

Baca: Warga Dinoyo: Mahasiswa Meresahkan

Sebelumnya diberitakan, sebuah bentrokan terjadi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Malang dengan warga Jalan MT Haryono Gang 8C RT03/RW04, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 1 Juli 2018 malam.

Warga dan mahasiswa Papua saling melempar batu. Kawasan pertokoan dan restoran di kawasan tersebut serta kendaraan yang melintas pun sempat terdampak dengan adanya bentrok ini. Kondisi jalanan pun sempat macet sejauh 2 km.



(LDS)