Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (Daviq Umar Al Faruq)

Bawaslu Malang Patroli Politik Uang

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Daviq Umar Al Faruq • 10 April 2019 19:43
Malang: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Malang berupaya mengantisipasi praktik politik uang jelang pelaksanaan Pemilu 2019 pada 17 April 2019. Terutama pada masa tenang sebelum hari pencoblosan.
 
Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa mengatakan, antisipasi tersebut akan diwujudkan dalam bentuk tim patroli politik uang. Tim patroli itu terdiri dari sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) yang berisikan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.
 
"Jadi tim patroli nanti akan diawali dengan apel pengawasan yang serentak se-Indonesia hari Jumat tanggal 12 April pagi. Harapannya bisa mendatangkan semua pengawas TPS," kata Alim saat dikonfirmasi, Rabu 10 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui, masa tenang Pemilu 2019 akan berlangsung selama tiga hari sebelum hari H pemungutan suara yakni pada 14, 15, dan 16 April mendatang. Namun, tim patroli politik uang ini sudah mulai bergerak sejak 13 April.
 
"Nanti mulai tanggal 13 April kita langsung akan melakukan patroli di semua titik-titik yang kita anggap rawan," jelas Alim.
 
Alim menjelaskan, pihaknya saat ini masih mendata indeks kerawanan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Malang. Data tersebut diambil berdasarkan pengalaman dari Pilkada Kota Malang, pada 2018 lalu.
 
"Kalau pengalaman Pilkada, jadi kita sudah punya titik-titik mana yang harus punya atensi cukup besar untuk sering dikelilingi," ujarnya.
 
"Harapannya ini nanti juga didukung oleh masyarakat untuk bisa berbagi informasi terhadap potensi-potensi yang kita anggap rawan terhadap terjadinya money politik," imbuhnya.
 
Tim patroli politik uang ini nanti akan difasilitasi dengan lima kendaraan mobil milik Bawaslu Kota Malang. Nantinya, tim patrol akan menyusuri kawasan rawan secara bersamaan maupun berpisah.
 
"Bisa bergerak bareng jadi satu atau kita pecah jadi dua tergantung kebutuhan. Kalau tahun lalu hari pertama itu kita lima mobil bergerak ke seluruh kota kita sisiri sudut-sudut titik rawan itu. Kemudian H-1 pencoblosan itu kita pecah jadi dua rombongan," pungkasnya.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif