Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir yang terjadi pada Kamis sore, 31 Januari 2019 itu menyebabkan satu anak pelajar kelas 1 SMP YPPK Wiyung terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong.
"Kronologi kejadiannya adalah motor orang tua korban mogok karena banjir sehingga ayah korban mendorong sepeda motor, sementara korban bersama adiknya berjalan di belakang sekitar 10 meter dari ayah korban," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Februari 2019.
Sutopo menjelaskan, selang beberapa saat, korban bermain gabus di pinggir sungai yang meluap sekitar 30 sentimeter. Tanpa sepengetahuan ayahnya, tiba-tiba korban terperosok ke dalam sungai yang mengalir deras.
Menurut Sutopo, adiknya sempat berusaha menolong, namun keduanya hanyut terbawa arus banjir. Adik korban berhasil diselamatkan warga yang kebetulan lewat di lokasi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Sedangkan korban hilang terbawa arus. Pencarian dilakukan oleh petugas SAR dan masyarakat dengan menyusuri pinggiran sungai dan menggunakan perahu karet," jelas Sutopo.
Sutopo kembali mengatakan, pada pukul 20.10 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal. Kemudian korban langsung dievakuasi menggunakan ke rumah duka.
"Banjir telah surut pada pukul 22.00 WIB," pungkas Sutopo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
