Menurut warga, angin kencang datang bersamaan dengan hujan deras. Selain menerbangkan ranting pepohonan, angin juga merusak bagian atap bangunan milik warga. Belum diketahui secara pasti jumlah bagunan yang rusak karena masih didata.
"Kami segera membawa anak-anak ke tempat yang aman begitu angin kencang datang. Mereka kami minta berada di kolong-kolong bangku sekolah," kata salah satu warga, Fery Santoso.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kepala BPBD Sumenep, Abdul Rahman Riyadi, mengatakan pihaknya sedang mendata bangunan yang rusak bersama pemerintahan desa. Beruntung tak ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu.
"Musibah itu hanya di Desa Muncek Timur. Dan masih kami data kerusakan yang terjadi," katanya.
Rahman mengatakan hasil pendataan itu dibutuhkan untuk melakukan tindakan pasca bencana. Di antaranya adalah pemberian bantuan untuk para korban. Pemerintah setempat, jelas Rahman, akan membantu sebagian biaya perbaikan bangunan rumah warga dan bangunan fasilitas umum yang rusak.
Untuk kerusakan ringan dengan kategori 30 persen, akan dibantu sebesar Rp750 ribu. Sementara yang mengalami kerusakan sedang atau 50 persen akan dibantu Rp1,5 juta dan yang mengalami kerusakan berat atau 75 persen akan dibantu Rp2,5 juta.
"Ini sifatnya hanya bantuan. Karena sifatnya bantuan, tentu disesuaikan dengan kemampuan pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
