"Pelaku merupakan wali kelas murid-muridnya," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di sela menghadiri diskusi bertema 'Merawat Kebhinnekaan' potensi politik identitas dan isu SARA dalam pilkada Jatim di hotel Sahid Surabaya, Kamis, 22 Februari 2018.
Ironisnya, sebagian dari puluhan murid korban pencabulan tersebut merupakan laki-laki. Mereka merupakan murid yang diajarnya di bangku Kelas IV SD.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Namun, Barung tak banyak komentar perihal kasus pencabulan guru tersebut. Ia hanya membocorkan bahwa puluhan murid itu dicabuli di berbagai tempat, mulai di kolam renang, di dalam bus, bahkan pernah di dalam kelas.
"Ini diketahui setelah ada beberapa wali murid yang mengadu dan dilakukan pemeriksaan oleh polisi. Kemungkinan korbannya bisa bertambah, saat ini kasusnya masih terus didalami," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
