ubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
ubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Syaikhul Hadi)

Khofifah Ajak Petani Melon Berinovasi

pertanian
Syaikhul Hadi • 15 Mei 2019 16:48
Sidoarjo: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta agar petani melon di wilayahnya bisa berinovasi. Alasannya, selain bisa menarik minat masyarakat kalangan menengah, hasil tani juga diharapkan bisa laku dipasaran ekspor. 
 
Khofifah juga mendorong Dinas Pertanian dalam hal ini UPT Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk terus melakukan inovasi buah melon varietas Golden Lengkawi, sebagai upaya pemenuhan pasar kelas menengah atas.
 
"Di era milenial sekarang, petani melon dituntut untuk berinovasi, salah satunya dengan mengembangkan bentuk buah melon yang berbeda pada umumnya, seperti yang sudah kita saksikan tadi, melon berbentuk kotak dan hati," katanya Khofifah kata Khofifah yang didampingi Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin, Rabu, 15 Mei 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khofifah tak henti-hentinya mengapresiasi hasil tanaman yang dikembangkan oleh UPT. PATPH. Selain berbentuk bulat, Khofifah menemukan bentuk melon yang berbeda dari biasanya yakni berbentuk kotak dan hati. Hal inilah yang akan menjadikan daya tarik dan bisa meningkatkan harga jual. 
 
Melon jenis golden sebanyak 3.412 tanaman ditanam secara modern dilahan seluas 3,2 hektar. Dengan sistem screen house dan dilengkapi dengan irigasi tetes mampu menghemat biaya pengairan dan mengurangi pestisida. 
 
Menurutnya, melon varietas golden langkawi ini sengaja dikembangkan dalam rangka pengembangan tekhnologi dan percontohan. Sejak ditanam mulai bulan Maret lalu, Melon Golden kini siap dipanen. 
 
"Dengan sentuhan teknologi, buah melon yang dihasilkan bukan hanya berbentuk bulat saja, ada bentuk kotak dan hati. Ini sangat bagus sekali," jelasnya. 
 
Disamping itu, Melon yang sudah dikembangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Jatim, pembudidayaannya berpedoman pada SOP (Standar Operasional Prosedur) budidaya yang baik (GAP/Good Agricultural Practies) dan telah memperoleh sertifikasi Prima 3.
 
Bukan tidak mungkin, lanjutnya, hasil panen ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan peminat melon. Berbagai macam bentuk buah yang unik, segmen pemasarannya rata-rata kalangan menengah keatas. 
 
"Dan saya dapat laporan, kalau melon yang dikembangkan UPT. PATPH Lebo, Sidoarjo ini sudah masuk pasar ritel modern," tandasnya. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif