ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id (Amaluddin)

RS Husada Utama Klaim Masih Layani Pasien BPJS Kesehatan

bpjs kesehatan
Amaluddin • 03 Januari 2019 17:44
Surabaya: Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) adalah salah satu rumah sakit yang terancam tidak bisa melayani pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Meski demikian, Humas RSHU, Yani Dwi Hirmawati, memastikan pelayanan bagi pasien BPJS tetap bisa dilayani di RSHU.
 
"Kami (RSHU, red) sudah mengajukan perpanjangan akreditasi ke Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), pada Oktober 2018 lalu. Kami yakin perpanjangan akreditasinya bakal keluar," ujar Yani, dikonfirmasi, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Sebelum perpanjangan akreditasi keluar, lanjut Yani, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim terlebih dahulu akan meninjau RSHU. Itu dilakukan untuk memastikan RS tersebut benar-benar layak untuk mendapat perpanjangan akreditasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perkiraan mungkin RSHU akan dilakukan peninjauan pada akhir bulan ini (Januari)," kata Yani.
 
Yani mengaku tidak terkejut RSHU masuk dalam 11 daftar RS di Jatim yang terancam terhenti dalam melayani pasien BPJS. Sebab, kata dia, pihaknya sudah mendapat informasi perihal tersebut.
 
"Itu sifatnya hanya himbauan aja dari BPJS, mengingatkan agar rumah sakit segera mengurus perpanjangan akreditasi. Yang jelas, kami tetap mengikuti prosedur akreditasi yang dipersyaratkan BPJS Kesehatan," katanya.
 
Saat ini, ada 11 RS yang tersebar di Jatim terancam terhenti memberi pelayanan terhadap pasien BPJS. Salah satunya adalah RS Husada Utama dan RS Petrokimia Gresik (sebelumnya ditulis RS Ibnu Sina Gresik).
 
Bahkan dari 11 RS itu, ada satu RS yang belum terakreditasi, yakni RS Umar Mas'ud di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Akibatnya, RS yang berada di pulau terpencil itu saat ini tidak bisa melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.
 
Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Endang Puspitowati, mengatakan RS Umar Mas'ud Sangkapura Bawean, saat ini tengah mengurus akreditasi. Selain itu, RS Umar Mas'ud juga berencana memperpanjang Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Kesehatan.
 
"Ini agar pasien yang tinggal di kepulauan tersebut bisa tetap terlayani. Karena mengurus akreditas rumah sakit tidak semudah membalik telapak tangan," kata Endang.
 


 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif