Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini - Medcom.id/Dheri Agriesta. (Antara)

Wali Kota Surabaya Beberkan Ketahanan Pangan di Markas PBB

ketahanan pangan
Antara • 21 Februari 2019 10:51
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan materi penanganan ketahanan pangan hingga pengentasan kemiskinan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Selasa, 19 Februari 2019.
 
"Untuk penanganan ketahanan pangan, Kota Surabaya sudah menerapkan program 'urban farming' sejak 2010," kata Risma saat menjadi pembicara di forum PBB, Rabu, 20 Februari 2019.
 
Forum tingkat dunia PBB itu mengangkat tema "From Global Issues to Local Priorities: The Role Of Cities In The Global Agenda, Including Cities For Sustainable Development, Food Security, Nutrition Ad Climate Change".
 
Acara yang dihadiri sekitar 193 perwakilan negara anggota tetap PBB itu merupakan salah satu forum penting dunia yang mengundang beberapa wali kota dan gubernur sukses untuk menjadi pembicara. Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya yang saat itu satu panel dengan Wali Kota Valencia dan Gubernur Nairobi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Risma bertolak ke New York sejak Sabtu, 16 Februari dan akan kembali ke Surabaya pada Sabtu, 23 Februari. Pada kesempatan itu, Risma mengatakan, urban farming yang diterapkan Pemkot Surabaya tidak menggunakan pestisida dan hanya menggunakan pupuk alami.
 
"Warga kami ajak untuk menanam buah-buahan, sayuran, dan padi di tanah milik pemerintah dan juga di lingkungan mereka masing-masing. Pemkot pun memberi mereka benih dan peralatan gratis. Saat ini, padi yang mereka tanam di Surabaya tidak hanya beras putih, tetapi juga beras merah dan hitam," jelas Risma.
 
Menurut Risma, program ini juga diterapkan di kampung-kampung Surabaya serta lingkungan perkotaan, termasuk pula di sekolah dan berbagai kampus di Kota Pahlawan. Hasil urban farming ini untuk memasok kebutuhan di kota, termasuk di hotel dan restoran, serta beberapa didistribusikan ke kota-kota tetangga lainnya.
 
"Sebulan sekali, kami juga menyelenggarakan minggu pertanian di Taman Surya Balai Kota Surabaya. Acara itu untuk memamerkan semua produk pertanian lokal dari pertanian perkotaan," beber Risma.
 
Risma kembali mengatakan, selain pertanian, Pemkot Surabaya juga mendukung petani garam, perikanan dan peternakan. Bahkan, saat ini pemkot sudah merevitalisasi kampung nelayan sambil mendorong mereka untuk membuat kolam ikan demi meningkatkan produktivitasnya.
 
Hasilnya saat ini mereka dapat menikmati penghasilan yang lebih baik dari bisnis mereka. "Sedangkan untuk mengendalikan inflasi, Pemkot Surabaya secara teratur membuat operasi pasar murah dan bazar selama bulan puasa yang biasanya kebutuhan makanan pokok sangat tinggi," pungkas Risma.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif