Suasana acara perpisahan Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Medcom.id/Amaluddin
Suasana acara perpisahan Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Medcom.id/Amaluddin (Amaluddin)

Pesan Soekarwo ke Khofifah-Emil Dardak

jawa timur pelantikan gubernur
Amaluddin • 12 Februari 2019 07:19
Surabaya: Masa jabatan Gubernur Jawa Timur Soekarwo berakhir Selasa, 12 Februari 2019. Ia  menitip pesan ke  Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak yang akan dilantik Presiden Joko Widodo Rabu, 13 Februari 2019.
 
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, berharap pemimpin Jawa Timur yang berikutnya menciptakan Jawa Timur yang lebih baik.
 
"Kepada Ibu Khofifah dan Mas Emil, saya berpesan untuk melanjutkan kereta atau 'kapal' ini, berjalan menuju pelabuhan yang diidamkan masyarakat Jatim," kata Pakde Karwo pada acara perpisahan Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, di Gedung Negera Grahadi, Surabaya, Senin, 11 Februari 2019, malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pakde Karwo juga berpamitan sebelum masa jabatannya habis. Ia juga meminta maaf dan berterima kasih kepada seluruh kepala daerah dan Forkopimda yang telah membangun Jatim.
 
"Saya bersama istri, dan pak wagub bersama Ibu Fatma mohon pamit. Karena mulai pukul 00.00 WIB, saya sudah berhenti bertugas," katanya.
 
Baca: Khofifah-Emil Dilantik Besok
 
Pakde Karwo juga mengingatkan Khofifah-Emil bahwa masyarakat Jatim adalah masyarakat yang sangat plural. Baik itu dari suku, ras, agama maupun pandangan politiknya.
 
"Ibu Khofifah dan Mas Emil, di Jatim ini masyarakat yang beragam, bisa hidup berdampingan dan damai. Tidak berlebihan saya kira, jika saya menyebut Jatim inilah Indonesia mini yang dicita-citakan pendiri republik," kata Pakde Karwo.
 
Salah satu kunci dari kondusivitas tersebut dengan cara dialog, silaturahmi dan musyawarah mufakat. Hal itu ia lakukan selama 10 tahun memimpin Jatim.
 
"Alhamdulillah, saya selama 10 tahun bersama Pak Halim (Ketua DPRD Jatim) belum pernah voting, memang lama untuk musyawarah mufakat, tapi itu lah nilai yang harus kita hormati," ujarnya.
 
Pakde Karwo sempat mengucapkan sepatah kata dari bahasa Jawa. Pakde Karwo mengaku ingin tetap bisa bersahabat dengan kepala daerah hingga tokoh masyarakat di Jatim, meski nantinya tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Jatim.
 
"Bersaudara itu seperti air mancur yang ditebas dengan pedang, seperti apapun tidak bisa putus. Karena yang berbicara adalah hati dan perasaan. Alhamdulillah saya dengan istri selama 10 tahun dikelilingi orang-orang hebat di Jatim," kata Pakde Karwo.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi