Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Kiai Maskun. Medcom.id/Syaikhul Hadi
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Kiai Maskun. Medcom.id/Syaikhul Hadi (Syaikhul Hadi)

Tokoh dan Ormas Sidoarjo Sepakat Jaga Perdamaian usai Pemilu

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Syaikhul Hadi • 16 Mei 2019 23:55
Sidoarjo: Tokoh agama dan organisasi masyarakat di Sidoarjo menolak wacana gerakan people power terkait hasil rekapitulasi Pemilu 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka bersepakat untuk menjaga perdamaian dan keutuhan Indonesia.
 
Penolakan gerakan people power datang dari sejumlah ormas, di antaranya Ormas Muhammadiyah Sidoarjo, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Ansor, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo, dan tokoh Buddha di Sidoarjo.
 
"Keutuhan NKRI, menjadi poin paling utama, khususnya usai pelaksanaan Pemilu 2019. Ada pihak yang menang, ada yang kalah. Inilah situasi paling sulit. Perbedaan itu wajar, namun jangan terlalu berlarut-larut," pesan Ketua Muhammadiyah Sidoarjo, Masyhud, Kamis, 16 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sudah saatnya kelompok yang berkompetisi saat pemilu melebur perbedaan dan perselisihan demi keutuhan Indonesia. Ia meminta masyarakat tidak gegabah menyikapi perkembangan politik. Jika ada kekurangan dan kecurangan, hukum dan aturan sudah disiapkan.
 
"Jangan sampai ada aksi-aksi yang meresahkan masyarakat, mengganggu keamanan dan ketertiban Indonesia. Di Bulan Ramadhan ini, alangkah baiknya kita hentikan perselisihan, perkuat persaudaraan dan berlomba meningkatkan amal ibadah kita. Inilah yang terpenting," paparnya.
 
Senada disampaikan Ketua PCNU Sidoarjo Kiai Maskun. Menurut dia, people power kental dengan kepentingan salah satu paslon yang tidak terima akan hasil Pemilu 2019. Kelompok tersebut membauat ajakan aksi yang bertentangan dengan koridor-koridor hukum negara.
 
"Jadi aksi ini jelas tidak konstitusi. Harus ada upaya-upaya rekonsiliasi yang mampu meredam tensi politik nasional. Perdamaian, Persatuan dan kesatuan di Republik Indonesia saat ini sudah sangat baik. Jangan hanya karena aksi yang tidak konstitusi citra positif negara kita tercoreng," tegas KH. Maskun.
 
People power juga mendapat tanggapan  dari Ketua Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin. Menurutnya People power salah kaprah merupakan gerakan terstruktur yang merugikan rakyat dan mengganggu stabilitas negara.
 
"Masyarakat jangan mudah terprovokasi berita-berita yang beredar dan banyak hoaksnya daripada kebenarannya. Maka tabayyun lebih penting, karena people power menyalahi aturan negara," tambah Reza.
 
Tokoh dan Ormas Sidoarjo Sepakat Jaga Perdamaian usai Pemilu
Ketua Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin. Medcom.id/Syaikhul Hadi

 
Ajakan perdamaian juga diserukan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo Gede Diun Arthana. Ia prihatin jika penolakan hasil pemilu harus diputuskan untuk menggerakkan massa.
 
Menurutnya semua dalam proses Pemilu 2019 telah berjalan jujur, adil, aman dan damai. Semua pihak telah melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dan bertanggung jawab.
 
"Silakan melakukan koridor konstitusi. Jangan sampai ada pertentangan yang berujung anarkis. Tetaplah bersatu untuk keutuhan NKRI," tukasnya.
 
Tokoh dan Ormas Sidoarjo Sepakat Jaga Perdamaian usai Pemilu
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo Gede Diun Arthana. Medcom.id/Syaikhul Hadi
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif