Peristiwa ini dialami tujuh nelayan asal Kecamatan Dungkek. Mereka adalah Nardi, Bahrawi, Muhammad, Durahman, Bunawi, Suki dan Darso.
Nardi, Suki, Darso dan Sarbani selamat dari peristiwa ini. Sementara itu, Bunawi meninggal, sedangkan Muhammad dan Bahrawi hingga kini masih belum ditemukan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Tadi sudah tiga sampan yang mencari nelayan yang hilang. Tapi tidak ketemu. Pencarian terpaksa dihentikan karena terkendala cuaca buruk," kata Desa Lapa Daya Abu Yazid, Minggu, 21 Januari 2018.
Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukid menjelaskan peristiwa nahas itu berawal saat para nelayan mau pulang melaut. Ketika tiba di perairan Dusun Muara Desa Lapa Daya, perahu tiba-tiba dihantam ombak cukup keras. Kala itu, angin sedang kencang.
"Perahu langsung miring. Namun pada saat itu mereka masih tetap di perahu," ungkap Mukid.
Ombak besar kembali menghantam. Kali ini Muhammad terpental dari perahu, dan dengan cepat terseret arus ombak. Nardi nekat menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan Muhammad menggunakan ember kecil sebagai pelampung. Nardi bisa bernafas lega ketika melihat Muhammad berenang menggunakan sebilah bambu meski nafasnya terengah-engah.
Baca: Belasan Warga Tiongkok Jadi Korban Kapal Meledak di Thailand
Dia berusaha memandu Muhammad ke pinggir pantai Giliyang Desa Banraas, Kecamatan Dungkek. Tapi, sebelum mencapai pinggir pantai, Nardi menoleh ke belakang dan mendapati Muhammad sudah hilang.
Nardi semakin kaget ketika melihat semua temannya ternyata juga berenang untuk mencapai pinggir pantai. Namun, dia tidak melihat Bahrawi berenang bersama teman-temanya yang berupaya menyelamatkan diri itu.
"Mereka lalu ditolong oleh perahu porsin yang kebetulan lewat. Satu nelayan atas nama Bunawi yang meninggal juga dibawa perahu tersebut untuk diantarkan ke pelabuhan Dungkek," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(OGI)
