BI Sasar Ribuan Mahasiswa di Malang
BI Goes to Campus 2018 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Kamis 8 November 2018.
Malang: Bank Indonesia (BI) menggelar edukasi publik terkait penerapan ekonomi digital melalui ajang BI Goes to Campus 2018 di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 November 2018.

Direktur Dapartemen Komunikasi BI, Arbonas Hutabarat mengaku acara BI Goes to Campus itu sengaja diadakan di UB. Pasalnya berdasarkan data statistik, Kota Malang memiliki jumlah mahasiswa yang lumayan besar.

"Ada sekitar 250 ribu mahasiswa di sini. Ini menjadikan suatu segmen untuk komunikasi kami yang besar," katanya disela-sela acara.


"Sehingga kami pilih UB, karena kami tahu juga UB menghasilkan tokoh-tokoh masyarakat, kampusnya dinamis, dan respon serta antusiasnya sendiri juga besar," tambahnya.

Baca: BI Ingin Generasi Milenial Kembangkan Ekonomi Digital

Ada empat kampus yang dikunjungi dalam acara BI Goes to Campus 2018. Yakni Universitas Brawijaya, Malang (8 November); Universitas Sriwijaya, Palembang (15 November); Universitas Patimura, Ambon (22 November); dan Institut Teknologi Bandung, Bandung (28 November). 

"Acara di UB ini adalah yang pertama dari empat kota, Palembang, Ambon dan Bandung. Harapan kami pelaksanaan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan di tiga kota lain," ungkapnya.

Acara di tahun kelima ini mengusung tema Ekonomi Digital dan Perlindungan Konsumen. Di sini, BI mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penerapan ekonomi digital seiring berkembangnya teknologi dan komunikasi secara digital. 

Selain itu, BI juga memaparkan pentingnya perlindungan konsumen pada era ekonomi digital. Rangkaian acara dalam BI Goes to Campus antara lain talkshow, workshop video, dan blog.

Baca: BI Gelar Goes to Campus di Universitas Brawijaya

"Kita tahu di acara ini ada acara vlog bloger dan bloger competion. Nanti mahasiswa ini menulis apa yang didapat dari kegiatan ini bahkan memberikan masukan bagaimana tanggapan mereka terhadap digital ekonomi," terangnya.

"Juga komentar mereka tentang apa yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dengan kemajuan teknologi ini. Semoga komunikasi yang kami lakukan tepat mencapai sasaran," pungkasnya.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id