Deputi BPJS kesehatan Wilayah Jatim, Handaryo. (Medcom.id/Amal).
Deputi BPJS kesehatan Wilayah Jatim, Handaryo. (Medcom.id/Amal). (Amaluddin)

11 RS di Jatim Terancam Tak Bisa Melayani Pasien BPJS

bpjs kesehatan
Amaluddin • 03 Januari 2019 11:00
Surabaya: Sebanyak 11 Rumah Sakit di Jawa Timur terancam terhenti dalam melayani pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal itu dikarenakan status akreditasi Rumah Sakit yang tidak meningkat.

Deputi BPJS kesehatan Wilayah Jatim, Handaryo, menyebut dari 315 rumah sakit di Jatim yang telah tergabung dengan BPJS Kesehatan, ada 11 rumah sakit yang terancam tidak bisa melayani pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan.

"Dari 11 rumah sakit tersebut salah satunya adalah Husada Utama Surabaya dan rumah sakit Ibnu Sina Gresik," kata Handaryo, di Surabaya, Kamis, 3 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Menurut Handaryo, terancamnya penghentian pelayanan BPJS Kesehatan lantaran masa akreditasi pihak rumah sakit telah habis. Bahkan, ada yang belum mengurus terakreditasi. Hal itu, lanjutnya, sesuai dengan Permenkes tahun 2019 yang mewajibkan seluruh rumah sakit yang melayani BPJS kesehatan harus memiliki akreditasi. 

"Hal ini agar standarisasi layanan terjaga, sehingga keamanan kesehatan pasien terjamin," katanya.

Handaryo menyebut, batas akhir melakukan perpanjangan akreditasi rumah sakit sampai Juni 2019. "Rumah sakit harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari Kemenkes sebelum melayani pelayanan BPJS Kesehatan," katanya.

Dari 11 rumah sakit yang terancam diputus layanan BPJS Kesehatan tersebut, ada satu rumah sakit yang dulunya Puskesmas yaitu Rumah Sakit Bawean yang tidak direkomendasikan oleh Kemenkes.

Disamping itu, kata Handaryo, di tahun 2019 ini BPJS Kesehatan Jatim tengah fokus pada peningkatan kemampuan pembiayaan kesehatan, meningkatkan kepuasan peserta serta meningkatkan kapasitas operasional organisasi.

Hal ini sesuai dengan peraturan direksi Nomor 81 tahun 2018 dan visi BPJS Kesehatan tahun 2021 yakni 'Terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi'.

"Di tahun 2019, kami fokus pada peningkatan kemampuan pembiayaan kesehatan, meningkatkan kepuasan peserta hingga peningkatan kapasitas operasional organisasi," katanya.


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi