Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (Antara)

Banjir di Madiun Mulai Surut

Banjir Madiun
Antara • 08 Maret 2019 14:15
Madiun: Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur sejak tiga hari yang lalu pada Jumat pagi, 8 Maret 2019 terpantau mulai surut. Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, sejak Kamis malam, 7 Maret 2019, ketinggian air yang sebelumnya menggenang di area permukiman warga di wilayah Balerejo, sudah berangsur surut.
 
"Dusun Pojok, Desa Sogo, Balerejo yang berbatasan dengan Ngawi, pada Kamis malam terpantau air naik di sana. Tapi desa lainnya sudah surut semua," kata Dawami di Madiun, Jawa Timur.
 
Baca: 39 Desa di Madiun Terdampak Banjir

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Damawi menjelaskan, dengan surutnya air di beberapa daerah, sejumlah warga yang sebelumnya bertahan di posko bencana, baik yang berada di tiap desa ataupun kecamatan, terpantau pulang ke rumah masing-masing.
 
Demikian juga warga yang mengungsi ke rumah saudara ataupun tetangga yang tidak terdampak banjir. Kebanyakan semua telah kembali untuk membersihkan rumah pascabanjir surut.
 
Damawi menjelaskan, setelah fokus pada penanganan warga terdampak banjir guna menghindari korban jiwa pada dua hari terakhir, selanjutnya, selama 14 hari status tanggap darurat, akan dilakukan penanganan pascabanjir.
 
"Seperti sudah disampaikan, pertama adalah selamatkan manusianya dulu supaya tidak ada korban jiwa. Setelah itu kita pikirkan penanganan pascabanjir, seperti soal rehabilitasi dan reksontruksi," jelas Damawi.'
 
Baca: 13 Kabupaten di Jatim Dilanda Banjir
 
Menurut Damawi, penanganan pascabanjir dari sisi kesehatan yang paling penting dan maksimal. Ia menginstruksikan kebutuhan kesehatan dan air bersih akan ditangani langsung oleh pemerintah kabupaten. Hal itu dipenuhi selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.
 
Sementara, kondisi yang sama terpantau untuk banjir yang melanda di Kabupaten Ngawi. Warga yang semalam bertahan di posko pengungsian, telah pulang untuk melakukan aktivitas bersih-bersih rumah.
 
"Air sudah surut, hanya tinggal genangan di area sawah yang lebih rendah dari jalan dan rumah," kata warga Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Sadaryanto.  
 
Data BPBD Jawa Timur mencatat, selama beberapa hari terakhir, bencana banjir telah menerjang 15 kota/kabupaten di Jatim. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun 
 
Sebanyak 39 desa, delapan kecamatan di kabupaten setempat terendam banjir sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir, dua unit rumah rusak berat, 253 hektare sawah tergenang , tiga titik tanggul rusak, dua unit jembatan rusak, satu unit gorong-gorong rusak dan ribuan ternak terdampak.
 
Sedangkan di Ngawi, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun yang merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 desa di enam kecamatan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif