KPK Periksa 9 Saksi Terkait Kasus Bupati Malang

Daviq Umar Al Faruq 26 November 2018 15:55 WIB
kasus korupsi
KPK Periksa 9 Saksi Terkait Kasus Bupati Malang
Ruangan aula Mapolres Malang Kota yang digunakan sebagai ruang pemeriksaan KPK.
Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memeriksa sembilan orang saksi di Mapolres Malang Kota, Senin, 26 November 2018. Pemeriksaan tersebut terkait kasus suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Salah satu saksi yang diperiksa yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Willem Petrus Salamena. Saat dikonfirmasi, Willem mengaku pemeriksaan ini terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan Kabupaten Malang tahun anggaran 2011.

"Saya diperiksa sebagai saksi. Ada sembilan orang di dalam. Semuanya juga terkait DAK. Semuanya yang diperiksa statusnya saksi," katanya kepada awak media di sela-sela pemeriksaan.


Willem menjelaskan dari sembilan saksi yang diperiksa, tujuh di antaranya merupakan saksi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Malang. Sedangkan dua sisanya adalah pemborong alias pihak swasta.

"Kalau pemborongnya saya enggak kenal semua. Saya sudah diperiksa tapi ini kan lagu isoma, jadi istirahat dulu nanti diulangi lagi. Saya tadi masuk sekitar pukul 10.00 WIB," bebernya.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang ini menambahkan selama pemeriksaan awal dirinya baru dicecar dengan tiga pertanyaan. Hanya saja pertanyaan tersebut masih belum masuk ke dalam ranah pemeriksaan.

"Pertanyaan masih 3. Pertama soal kesehatan, baik atau tidak, dalam keadaan sehat. Kedua jabatan saya, tupoksi saya. Jadi masih belum masuk ke ranah pemeriksaan, ini belum selesai saya," pungkasnya.

Pemeriksaan ini merupakan agenda lanjutan KPK dalam menyelidiki kasus tersebut. Sebelumnya lembaga anti rasuah ini telah memeriksa 47 saksi di Mapolres Malang pada Oktober 2018 lalu.

Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna (RK) sebagai tersangka pada Kamis 11 Oktober 2018 sore. Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi dan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Selain Rendra, KPK juga menetapkan pihak swasta, Ali Murtopo (AM), sebagai tersangka. Tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali sekitar Rp 3,45 miliar terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010 hingga 2013. Terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Sedangkan, pada kasus penerimaan gratifikasi, KPK menetapkan Rendra sebagai tersangka bersama pihak swasta lain, Eryk Armando Talla (EAT). Rendra dan Eryk diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar Rp3,55 miliar.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id