HUT ke-60, Yayasan Widya Mandala Surabaya Gelar Baksos

Gervin Nathaniel Purba 13 Juli 2018 13:47 WIB
beasiswa osc
HUT ke-60, Yayasan Widya Mandala Surabaya Gelar Baksos
HUT ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya. (Foto: Dok. UKWMS)
Surabaya: Yayasan Widya Mandala Surabaya menyelenggarakan bakti sosial (baksos) di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya pada Kamis, 12 Juli 2018. Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya.

Yayasan yang berulang tahun setiap 7 Juli itu pada tahun ini menyelenggarakan baksos dengan diikuti sekitar 200 orang, yaitu berupa pemeriksaan kesehatan bagi dosen, karyawan, pensiunan dan sejumlah rekanan.

Caecilia S.B. Wahyuni selaku ketua panitia rangkaian acara mengatakan, baksos pemeriksaan kesehatan lengkap memang baru kali pertama dilakukan. Biasanya, setiap ulang tahun Yayasan Widya Mandala Surabaya mengadakan baksos, tapi berbeda bentuk.


Kegiatan baksos tersebut pun menuai apresiasi. "Acara ini sangat bagus sekali untuk mengetahui kesehatan sejak dini terkait dengan liver, ginjal, serta organ tubuh lainnya. Sebelum parah atau ada penyakit, kita sudah tahu. Alangkah baiknya bila kegiatan semacam ini bisa diadakan setahun sekali setiap ulang tahun yayasan,” ujar Teguh Priyono selaku karyawan Bagian Rumah Tangga Kampus UKWMS di Pakuwon City.

Perayaan kedua dilaksanakan pada 11 Juli 2018, dalam bentuk misa syukur. Kemudian diikuti dengan peluncuran buku berjudul Sejarah Perkembangan Yayasan Widya Mandala Surabaya tahun 1958-2018. 



“Memasuki usia ke-60 tahun ini, Dewan Pengurus Yayasan Widya Mandala Surabaya merasa perlu untuk menerbitkan Buku Sejarah Perkembangan Yayasan Widya Mandala Surabaya edisi kedua. Buku ini merupakan revisi dan kelanjutan dari penerbitan buku pertama yang terbit sekitar 10 tahun yang lalu,” ujar Henky Supit selaku Ketua Umum Dewan Pengurus  Yayasan Widya Mandala Surabaya. 

Buku yang terdiri dari 294 halaman tersebut berisi dokumentasi dari langkah-langkah perjalanan Yayasan Widya Mandala Surabaya. Selain itu buku tersebut juga merupakan apresiasi atas kerja keras banyak pihak, baik Yayasan Widya Mandala dan khususnya Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Akademi Sekretari Widya Mandala, serta masyarakat luas. 

Tidak hanya peluncuran buku, pada hari yang sama juga dilaksanakan pembacaan deklarasi penyatuan kembali Yayasan Widya Mandala Madiun dan Universitas Katolik Widya Mandala Madiun dengan Yayasan Widya Mandala Surabaya dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. 

Penyatuan dua yayasan dan kampus tersebut juga merupakan sebuah upaya untuk memajukan kampus menjadi lebih baik, terutama dalam menghadapi revolusi industri  keempat di dunia pendidikan. 

“Dulu, kampus UKWMS dan UKWM Madiun merupakan satu kesatuan, namun karena ada peraturan pemerintah untuk memisahkan maka terpaksa berpisah," kata Hengky.

Seiring berjalannya waktu, muncul peraturan baru dalam rangka konvergensi kemampuan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan akan memfasilitasi upaya dua atau lebih PTS yang akan melakukan penggabungan atau penyatuan sebagaimana telah diatur dalam Permenristekdikti No. 100 Tahun 2016 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS. 

Henky pun berharap dengan penyatuan tersebut segenap sivitas Widya Mandala dapat semakin teguh berkarya dalam dunia pendidikan demi bangsa dan negara tercinta.



(ROS)