Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) berdialog dengan pedagang di pasar Pahing, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019). Sidak di pasar tradisional tersebut guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan. ANTARA FOTO/Prase
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) berdialog dengan pedagang di pasar Pahing, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019). Sidak di pasar tradisional tersebut guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan. ANTARA FOTO/Prase (Faishol Taselan)

Khofifah Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Bahan Pokok

bahan pokok
Faishol Taselan • 26 Mei 2019 18:28
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak ada kelangkaan barang kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Selain itu, kenaikan harga juga dipastikan tidak terlalu signifikan.
 
Dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok itu, Khofifah bahkan mengecek langsung ke pasar tradisional di Jawa Timur. "Baik itu beras, gula, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, dan komoditas lainnya masih cukup, baik saat Hari Raya maupun sebelumnya," kata Khofifah di Surabaya, Minggu 26 Mei 2019.
 
Menurut Khofifah, harga bawang putih yang sempat menyentuh  Rp70.000 per kg kini berangsur turun bahkan cenderung stabil menjadi Rp23.000 per kg. Kemudian harga beras jenis medium Rp8.600 per kg, dan harga telur sebesar hari ini Rp19.000 per kg, Daging ayam Rp32.000 per kg. Harga daging sapi juga stabil, antara Rp105.000 per kg sampai Rp110.000 per kg untuk jenis super.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menjaga agar stok kebutuhan pokok tetap aman, Khofifah mengimbau agar masyarakat berbelanja secukupnya. jika membeli kebutuhan terutama Sembilan Bahan Pokok (sembako) jangan terlalu banyak. 
 
"Kalau belanja jangan terlaku banyak karena khawatir harga melonjak, justru malah berdampak pada kenaikan inflasi," tegasnya.
 
Meski dia memastikan tidak ada kenaikan harga secara signifikan,  keberadaan operasi pasar masih diberlakukan. Operasi pasar ini dilakukan untuk memberikan layanan kepada masyarakat sebagai pasar murah. Namun jumlah pembeliannya tetap dibatasi, sehingga bisa merata. 
 
"Kami melakukan pasar murah di banyak titik. Dan ini dilakukan terus menerus agar tidak ada gejolak harga dimasyarakat," katanya. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif