Di Mojokerto, Pembangunan Tower Lebih dari 15 Unit
Seorang pejabat Pemkab Mojokerto menjalani pemeriksaan di Mapolres Mojokerto terkait kasus dugaan gratifikasi 15 tower, Jumat 27 April 2018, Medcom.id - Nurul Hidayat
Mojokerto: Sepanjang 2015, pembangunan tower di Mojokerto, Jawa Timur, tak hanya 15 unit. Pembangunan tower kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terdapat unsur gratifikasi.

"Yang jelas banyak pendirian tower pada tahun 2015. Tidak hanya 15 tower. Tapi saya lupa jumlah pastinya," kata Ketut Ambara, mantan Pejabat di Pemerintah Kabupaten Mojokerto usai diperiksa penyidik KPK di Mapolres Mojokerto, Jumat, 27 April 2018.

Pemeriksaan ketut berlangsung kurang lebih dua jam. Ia diperiksa seputar kasus dugaan gratifikasi pembangunan 15 tower pada 2015.


Dua tahun lalu, Ketut masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Kabupaten Mojokerto. Dalam pemeriksaan, Ketut mengaku diberikan satu pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan soal pola ruang di Pemkab Mojokerto.

Selain Ketut, penyidik juga memeriksa beberapa pejabat. Di antaranya Kepala Bakesbangpol Edi Taupiq dan Ali Kuncoro. Pada 2015, Edi menjabat sebagai Kabag Pembangunan. Sedangkan Ali menjabat sebagai Kabag Umum. Mereka dinilai mengetahui soal proyek pembangunan belasan tower.

Baca: Enam Mobil Disita setelah Pemkab Mojokerto Digeledah

Kemarin, KPK menyita beberapa kendaraan diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Kendaraan-kendaraan itu diparkir di Polsek Magersari.

Beberapa hari lalu, KPK menggeledah sejumlah tempat di Mojokerto. Menurut Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), Penggeledahan terkait kasus gratifikasi pembangunan 15 tower di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2015. Salah satu ruangan yang digeledah yaitu kantor MKP.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id