"Kesehatan itu tidak hanya dicek saat ternak hidup, namun kami juga melakukan pengecekkan saat dan sesudah disembelih," katanya usai salat id di UMM, Rabu 22 Agustus 2018.
Imbang menambahkan memperhatikan proses perawatan hewan kurban adalah salah satu upaya dalam memerhatikan ketahanan pangan. Sebab, daging hewan kurban ini juga akan dikonsumsi oleh masyarakat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kita benar-benar memperhatikan keamanan dan kesehatan hewan-hewan kurban tersebut. Ini adalah upaya UMM dalam meningkatkan keamanan pangan," bebernya.
Disamping itu, proses sebelum penyembelihan juga menjadi perhatian tim. Terutama ketika perobohan hewan kurban. Sebab, Imbang mengaku kesalahan perlakuan pada hewan kurban dapat mempengaruhi kualitas daging hewan kurban.
"Perlakuan yang benar memengaruhi kualitas daging. Kalau hewan stress daging yang akan diolah tidak bisa menghasilkan daging yang layak dikonsumsi karena daging akan alot," papar dosen Program Studi Peternakan UMM itu.
Penanganan secara insan juga diberikan pada hewan-hewan kurban tersebut. Seperti pada saat proses awal penyembelihan. Yakni satu kali tebas di bagian lehar harus putus tiga jalur, sehingga jalur darah dapat dengan cepat terputus.
"Tata cara yang dianjurkan dalam Islam telah sesuai dengan cara-cara medis dalam pemotongan hewan. Jika dilakukan secara runtut dan benar, maka kualitas daging kurban akan terjamin," pungkasnya.
Sementara itu, jumlah hewan kurban yang akan disembelih di UMM sebanyak tujuh ekor sapi dan 21 ekor kambing. Daging hewan kurban tersebut nantinya dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar Kampus III UMM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
