12 Caleg DPRD Kota Malang Berstatus Tersangka

Daviq Umar Al Faruq 21 September 2018 16:59 WIB
pileg
12 Caleg DPRD Kota Malang Berstatus Tersangka
Ilustrasi Pemilu, Medcom.id - M Rizal
Malang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Jawa Timur, mengumumkan 529 nama lolos dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD setempat. Namun sebanyak 12 calon legislatif (caleg) berstatus sebagai tersangka kasus korupsi.

Ketua KPU Kota Malang Zainuddin mengatakan para DPC dapat memulai kampanye. Termasuk, DCT yang masih dalam proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus korupsi.

"Mereka memiliki hak untuk berkampanye sejak 23 September 2018," kata Zainuddin di Malang, Jumat, 21 September 2018.


Menurut Zainuddin, 12 caleg itu berasal dari tujuh partai politik. Mereka tersebar hampir di seluruh wilayah daerah pemilihan.

Beberapa waktu lalu, KPK menahan 22 anggota DPRD Kota Malang terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015. Sebanyak 20 orang maju kembali dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Mereka tercatat sebagai daftar calon legislatif sementara (DCS). Namun setelah penetapan status tersangka, partai-partai menarik pencalonan. Yang tersisa, ujar Zainuddin, hanya 12 orang.

"Partai yang menarik caleg tersangkanya, Golkar 2 caleg, NasDem 1 caleg, PKS 3 caleg dan PDI-P 3 caleg. Kalau 12 caleg tersangka yang tersisa dari PKB, Gerindra, PDI-P, PPP, PAN, Hanura dan Demokrat," tuturnya.

Zainuddin menambahkan, menurut Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018, tidak ada penandaan khusus bagi caleg yang sedang menjalani proses hukum. Sebab, seseorang berpredikat tersangka tetap memiliki hak yang dilindungi undang-undang.

"Kecuali memang kalau sudah ada putusan yang sifatnya inkrah. Karena mereka sudah tersangka, apakah didalam alat peraga sosialisasi itu kemudian harus ada penandaan ya nanti kita tunggu peraturan lebih lanjut," pungkasnya.

Sebagai informasi, 20 tersangka KPK yang telah tercatat dalam DCS Pileg 2019 yakni Sugiarto, Choirul Amri dan Bambang Triyoso dari PKS; Teguh Mulyono, Erni Farida, Hadi Santoso, Diana Yanti dan Arief Hermanto dari PDI-P; Choeroel Anwar dan Ribut Harianto dari Partai Golkar.

Kemudian Een Ambarsari, Suparno Hadiwibowo, dan Teguh Puji Wahyono dari Partai Gerindra; Afdhal Fauza dan Imam Ghozali dari Partai Hanura; Mulyanto dari PKB; Indra Tjahyono dari Partai Demokrat; Asia Iriani dari PPP; Mohammad Fadli dari Partai NasDem dan Harun Prasojo dari PAN.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id