"Ruas tol ditutup sementara, karena masih terdapat genangan air," kata Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, ditemui saat meninjau banjir di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Ruruh menjelaskan, ruas tol yang ditutup ialah dari arah Caruban ke Madiun, karena di titik itu masih digenangi air luapan sungai di Desa Gelonggong, Kecamatan Balerejo. Apalagi hingga saat ini ini masih terdapat beberapa desa yang masih terendam banjir.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Ketinggian air saat ini masih sedengkul orang dewasa, sehingga belum bisa dilewati kendaraan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Ruru mengaku telah mengerahkan petugas untuk merekayasa lalu lintas. Kendaraan yang hendak ke Madiun atau Ngawi, diarahkan keluar tol di Caruban, lalu masuk lagi di pintu tol Madiun.
Sementara dari arah sebaliknya, Madiun-Surabaya, ruas tol tidak tergenang banjir. Namun, lanjut Ruruh, permukaan jalan masih basah karena rembesan air dari ruas yang sebelumnya tergenang.
"Jalan licin dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Tadi ada kecelakaan kendaraan dari arah Madiun, satu meninggal dunia dan ada yang luka berat," kata Ruruh.
Banjir bandang melanda 15 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim sejak Selasa hingga Kamis, 5-7 Maret 2019. Kabupaten terparah adalah Madiun, sebanyak 39 desa dari delapan kecamatan terendam banjir.
Penyebab banjir di belasan daerah itu akibat meluapnya air di sungai setempat setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hingga kini, air terus berangsur surut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
