Polisi Periksa Warga yang Bentrok di Sidoarjo
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Sidoarjo: Polisi masih meminta keterangan terhadap 15 warga pendatang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terlibat bentrok dengan warga desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Hingga kini, mereka masih tertahan di Mapolsek Waru, Sidoarjo. 

"Mereka masih kami mintai keterangan di Mapolsek Waru," kata Kapolsek Waru, Sidoarjo, Kompol Fathoni, Minggu, 21 Oktober 2018. 

Bentrokan bermula saat warga pendatang asal NTT yang indekost di rumah H. Tamyis Jalan Blambangan I, Tambaksawah, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur melakukan pengrusakan terhadap rumah pemilik kos pada Sabtu, 20 Oktober sekitar pukul 19.00 WIB. Ketika itu, Lebuh Galuh, 20, bersama puluhan temannya  melempari kaca rumah pemilik kos menggunakan batu.


"Sebelumnya, juga sudah pernah cekcok antara pemilik kos dengan penghuni kos. Gara-gara pemilik kos tagih uang kos. Tapi, penghuni malah mengancam akan menghajar pemilik kos," jelas Fathoni. 

Pengrusakan itu mengundang reaksi warga setempat. Warga berbondong-bondong mendekati lokasi atau rumah H. Tamyis dan bentrok antara warga pendatang (NTT) dengan warga setempat tak terelakkan.

"Ada sebagian warga yang membawa senjata tajam untuk melakukan penyerangan terhadap warga pendatang asal NTT," je;as Fathoni. 

Akibat kejadian tersebut, empat pemuda asal NTT mengalami luka bacok. Di antaranya, Lebu Galuh, Vincent Kono, 32, Marcel, dan Nelis.

Petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengamankan lokasi kejadian, dan mengevakuasi puluhan warga asal NTT dari amukan warga ke Mapolsek Waru, Sidoarjo.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id