Narkoba dan Terorisme Warnai Peristiwa di Jatim pada 2017

Syaikhul Hadi 30 Desember 2017 16:37 WIB
narkobaterorismesabu
Narkoba dan Terorisme Warnai Peristiwa di Jatim pada 2017
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud di pabrik jamu, Pergudangan Satria Eco Park, Bypass Krian, Balongbendo, Sidoarjo. (Foto: MTVN)
Surabaya: Tren peningkatan kasus tindak pidana Narkoba di jawa Timur dari tahun ke tahun terus meningkat. Dibandingkan 2016 yang mencapai 4.749 kasus narkoba, tahun ini meningkat menjadi 4.909 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 6.013 orang.

"Meski meningkat, pihak kepolisian juga tak henti-hentinya mengungkap pelaku peredaran narkoba di Jawa Timur," ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Dalam Analisis dan Evaluasi akhir tahun 2017, Jumat, 30 Desember 2017.

Ada beberapa peningkatan tren terjadinya transaksi peredaran Narkoba berdasarkan barang bukti yang disita. Di antaranya ganja yang mencapai 80,074 kilogram (kg) dengan jumlah peningkatan tren mencapai 133,49 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 34,294 kg. Sabu meningkat 496,47 persen dari 14,688 kg menjadi 87,7 kg. Ekstasi mencapai 25,5 ribuan butir dari sebelumnya yang mencapai 11,3 ribuan butir.


Begitu juga, dengan obat-obatan daftar G, saat ini mencapai 10.599.322 butir dari sebelumnya 3,17 ribuan butir. Kosmetik terjadi penurunan dari 68 ribuan buah menjadi 27 ribuan buah. Sedangkan tembakau gorilla tidak ditemukan di tahun 2016. Namun pada 2017 terdapat sekitar 506,4 gram.

"Selama 2017 ini, ada sekitar 3 tersangka Narkoba yang ditembak mati oleh petugas karena mencoba untuk melawan petugas dan hendak lari dari pengejaran petugas," katanya melanjutkan.

Dari sekian kasus yang ada, lanjut Kapolda, ada beberapa kasus menonjol terkait peredaran kasus Narkoba di Jawa Timur. Di antaranya, kasus pengungkapan sabu sebanyak 5 kg dan 7.186 ekstasi di Surabaya pada awal Januari 2017.

Begitu juga pengungkapan sebanyak 20 kg sabu di salah satu hotel di Surabaya. Ada juga pengungkapan sabu sebanyak 17,229 kg bersama 11.730 butir ekstasi dan 1.220 H5 di Rungkut Asri Surabaya. 

"Terakhir, penggerebekan pabrik Pil PCC oleh Bareskrim di Wisma Permai Timur Surabaya. Jumlahnya mencapai 1,2 juta butir," tandasnya.

Terorisme 

Sementara untuk kasus Terorisme, menurutnya juga terjadi peningkatan dari tahun 2016 dengan jumlah tersangka 13 menjadi 15 tersangka. Dari jumlah tersangka terorisme, 6 di antaranya tewas ditembak petugas kepolisian.

"Ada Lamongan dengan tiga tersangka, Tuban 6 tersangka (tewas). Ponorogo, dan Surabaya. 6 tersangka yang ditembak petugas karena mencoba melawan petugas," jelasnya.

Terakhir Desember ini, ada tiga tersangka terorisme yang ditangkap secara bersamaan baik di Surabaya, Malang dan Sidoarjo. Mereka ditangkap karena masuk dalam jaringan aksi terorisme. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id