Mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana (tengah) dibekuk di Surabaya, Rabu, 9 Januari 2019. Wisnu merupakan terpidana kasus korupsi pelepasan aset BUMD yang buron sejak Desember 2018, Medcom.id - Hadi
Mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana (tengah) dibekuk di Surabaya, Rabu, 9 Januari 2019. Wisnu merupakan terpidana kasus korupsi pelepasan aset BUMD yang buron sejak Desember 2018, Medcom.id - Hadi (Syaikhul Hadi)

Mantan Ketua DPRD Surabaya Ditangkap setelah Buron

kasus korupsi
Syaikhul Hadi • 09 Januari 2019 12:50
Surabaya: Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur, menangkap Wisnu Wardhana, terpidana kasus korupsi pelepasan aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim. Wisnu ditangkap setelah buron selama Desember 2018.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, M Teguh Darmawan, mengatakan Wisnu merupakan mantan Ketua DPRD Surabaya yang menjadi terpidana kasus korupsi. Penyidik menangkap Wisnu di daerah Kenjeran, Surabaya.
 
"Yang bersangkutan dieksekusi sekitar pukul 06.30 WIB," kata Teguh di Surabaya, Rabu, 9 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eksekusi Wisnu berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 1085 K/Pid.sus/2018 tertanggal 24 September 2018. Teguh mengatakan telah lama mengendus pelarian Wisnu. Namun baru kali ini penangkapan berhasil dilakukan.
 
"Sejak tadi malam petugas kami membuntuti terpidana Wisnu, sampai tadi pagi baru bisa dilakukan penangkapan di kawasan Kenjeran Surabaya," tambahnya. 
 
Usai ditangkap, Wisnu Wardhana langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Surabaya dan langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo. 
 
Dalam putusan MA, terpidana Wisnu Wardhana dijatuhi hukuman pidana penjara selama enam tahun dengan denda Rp.200 juta dan subsidair selama enam bulan penjara. Wisnu juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp.1.566.150.733 dengan subsider tiga tahun penjara.
 
Putusan itu lebih berat dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada April 2017 lalu, yakni tiga tahun penjara dan denda Rp.200 juta serta uang pengganti senilai Rp.1,5 miliar. 
 
Dalam perkara tersebut, Wisnu Wardhana terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi hingga merugikan negara sebesar Rp.11 miliar atas pelepasan aset BUMD Jawa Timur di Kediri dan Tulungagung pada 2013 lalu. 
 
Tak hanya Wisnu, perkara tersebut juga menyeret Direktur Utama PT Panca Wira Usaha, Dahlan Iskan yang divonis dua tahun penjara dan denda senilai Rp200 juta oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Dahlan menjalani tahanan kota dan kemudian diputus bebas oleh Pengadilan Tinggi Surabaya atas banding yang dilakukan Dahlan Iskan. 
 
Lihat video:
 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif