Sampah kiriman di sungai penghubung Desa Kolor dan Pabian di Kecamatan Kota Sumenep – Medcom.id / Rahmatullah
Sampah kiriman di sungai penghubung Desa Kolor dan Pabian di Kecamatan Kota Sumenep – Medcom.id / Rahmatullah (Rahmatullah)

Aturan Pengelolaan Sampah Sumenep tak Berjalan Maksimal

sampah
Rahmatullah • 13 Desember 2018 20:26
Sumenep: Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah yang terbit sejak 2012. Tapi, hingga kini penerapannya tak maksimal.
 
Hal ini dapat dilihat adalah di sungai yang menghubungan Desa Kolor dan Pabian di Kecamatan Kota. Sungai tersebut dipenuhi sampah plastik ketika memasuki musim hujan. Warga setempat menyebut itu sampah kiriman dari hulu sungai.
 
“Saya masih pelajari mengapa itu Perda itu lama kok masih belum (maksimal penerapannya). Saya juga sudah koordinasi dengan pihak penegak Perda,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Racun) Dinas Lingkungan Hidup Sumenep Agus Salam, Kamis, 13 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus juga berencana akan membuat surat edaran berkaitan dengan aturan tersebut. Dia berharap penerapan regulasi itu bisa maksimal.
 
Agus berjanji, jajarannya akan gencar menyosialisasikan peraturan tersebut. Bagi warga yang masih bandel membuang sampah sembarangan, akan disanksi administrasi dan denda.
 
“Di perda itu sebenarnya sudah jelas bahwa warga tidak boleh sembarangan buang sampah, termasuk di sungai,” ujar Agus.
 
Agus juga menekankan kesadaran masyarakat dalam pembuatan sampah. Ia berharap peran serta masyarakat dalam mengelola sampah di masing-masing tempat. Meski banyak petugas diterjunkan ke lapangan untuk membersihkan sampah,  ia yakin persoalan sampah tidak akan selesai.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif