Korban Gempa di Sumenep Butuh Air Bersih
Warga di Sumenep menunjukkan kerusakan bangunan akibat guncangan gempa yang berpusat di Situbondo, Kamis 11 Oktober 2018, dok: BNPB
Sumenep: Air bersih sangat dibutuhkan warga yang menjadi korban gempa di Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, Jawa Timur. Pulau Sapudi terkena dampak gempa berkekuatan 6,3 SR yang pusatnya berada di wilayah Situbondo.

Trisno, relawan, mengatakan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Lantaran itu, ia meminta pemerintah dan donatur mendistribusikan air bersih ke pulau yang berjarak 43 Kilometer dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, itu.

"Warga memang sangat butuh air bersih, terutama untuk diminum. Apalagi saat ini ketika terjadi bencana," jelas seorang relawan, Trisno, Jumat, 12 Oktober 2018. 


Trisno mengatakan bantuan sembako berdatangan ke Pulau Sapudi. Bantuan berasal dari organisasi kemasyarakatan di Sumenep dan daerah lain.

Relawan juga mulai memperbaiki rumah yang rusak akibat guncangan. Perbaikan rumah dilakukan secara bertahap.

Camat Gayam Mohammad Mansur mengatakan pemerintah setempat mendirikan posko induk di Desa Prambanan. Melalui posko itu, pemerintah mengumpulkan dan mendistribusikan logistik. 

"Bantuan segala macam terpusat di posko induk itu," katanya.

Mansur menjelaskan tidak ada korban mengungsi karena rumahnya hancur. Mereka menumpuang di rumah famili yang selamat dari bencana tersebut.

Desa Prambanan merupakan kawasan paling parah terkena dampak. Sebanyak 78 rumah rusak berat. Bangunan dan atap rumah ambruk sehingga tak layak lagi dihuni.

Sementara itu, di Sumenep, jumlah korban yang meninggal sebanyak 3 orang. Jumlah korban luka berat maupun ringan sebanyak 38 orang. Korban luka dirawat di Puskesmas Gayam.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id