Puluhan masyarakat menggelar aksi galang koin di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 21 Maret 2019. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.
Puluhan masyarakat menggelar aksi galang koin di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 21 Maret 2019. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq. (Daviq Umar Al Faruq)

Masyarakat Malang Galang Koin untuk Protes Jalan Rusak

jalan rusak
Daviq Umar Al Faruq • 21 Maret 2019 17:58
Malang: Puluhan masyarakat menggelar aksi galang koin di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis, 12 Maret 2019 siang sebagai protes atas banyaknya jalan rusak dan berlubang di Kota Malang. Koin yang dikumpulkan dalam aksi ini bakal disumbangkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak.
 
"Gara-gara jalan rusak, dalam sebulan, dua orang sudah jadi korban kecelakaan. Sampai sekarang kok dibiarkan saja oleh pemerintah," kata Koordinator aksi, Wahyu Eko Setiawan di lokasi.
 
Wahyu menjelaskan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dari masyarakat terhadap kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Malang yang mengkhawatirkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wahyu menegaskan aksi ini tidak hanya sekedar mencari-cari kesalahan pemerintah. Namun, apabila Pemkot Malang terkendala anggaran untuk memperbaiki jalan, maka gerakan ini diharapkan dapat membantu pendanaan.
 
"Kami juga ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut peduli kondisi jalan. Pemerintah pun juga harus terketuk hatinya untuk segera bersikap. Apalagi jalan rusak sudah makan korban," ungkap Wahyu.
 
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji merespon positif aksi galang koin untuk jalan berlubang kali ini. Menurutnya, setiap gerakan sosial selama diniatkan dengan baik, maka tentu akan berjalan baik pula. 
 
"Dan sesungguhnya gerakan seperti ini telah saya gelorakan melalui gerakan 3 S (Santunan Seribu Sehari), karena kalau itu berjalan maka akan terhimpun sumber pendanaan yang luar biasa dan pemanfaatannya lebih luwes untuk menjawab permasalahan sosial, lingkungan dan yang lainnya," kata Sutiaji.
 
Sutaiji berjanji bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menanggapi banyaknya jalan rusak dan berlubang. Hanya saja dia meminta agar masyarakat dapat bersabar.
 
"Tentu yang harus dipahami masyarakat, bahwa APBD itu bukan seperti uang yang ada di brankas, yang sewaktu-waktu langsung dapat diambil dan dipergunakan. APBD ada proses dan mekanismenya. Sudah terpetakan peruntukannya, dan pencairan penggunaannya melalui mekanisme," jelas Sutiaji.
 
Orang nomor satu di Kota Malang itu menambahkan anggaran perawatan jalan dan insidentil pada tri wulan I sudah sebagian terealisasikan. Namun, musim hujan yang sedemikian deras diakuinya membuat titik jalan rusak terus bertambah.
 
"Dan kita evaluasi, ada beberapa titik yang masih dalam tahapan perawatan rekanan sehingga tidak bisa disentuh APBD, dan disisi lain memang harus kami akui beberapa ruas jalan kualitasnya kurang baik. Ini jadi komitmen kami untuk menuntaskan," pungkas Sutiaji.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif