Korban Gempa Situbondo Trauma Masuk Rumah
Sebagian rumah warga di Sapudi yang rusak diguncang gempa. Medcom.id/Rahmatullah
Sumenep: Korban gempa di Pulau Sapudi, Sumenep Jawa Timur, trauma masuk rumah. Mereka khawatir tempat tinggalnya bakal roboh karena dinding sebagian rumah merekah cukup lebar.

"Saya takut masuk rumah. Takut roboh," tutur Muasiyah, warga Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Korban lain, Sanama, juga menuturkan hal sama. Dia mengaku dihantui was-was untuk tidur dalam rumah. Selain di tengah-tengah dinding, pojok kamarnya juga terdapat rekahan cukup lebar. Ia khawatir terjadi hal tidak diinginkan jika memaksakan istirahat dalam kamar.


"Suami saya sudah tidak kuat cari uang untuk memperbaiki rumah,” kata warga Desa Sonok itu.

Baca: Situbondo Diguncang Gempa 6,4 SR

Pusawi, salah seorang relawan, mengungkapkan Muasiyah terpaksa menumpang di rumah tetangga untuk istirahat. Janda tersebut tidak mau ambil risiko untuk tidur di kamar yang sudah dihiasi retakan itu.

Meski punya anak, Muasiyah lebih memilih istirahat di rumah tetangga karena jarak tempuhnya cukup jauh. “Waktu saya datangi, dia memang mengatakan ingin menumpang tidur di rumah tetangga,” jelasnya.

Sementara Sanama masih lebih beruntung dari Muasiyah. Dia masih punya dapur dan musala yang utuh meski rumahnya sudah banyak rekahan. Sanama masih punya pilihan tempat untuk mengistirahatkan badan.

Baca: Sumber Gempa di Situbondo jadi Perdebatan

Pusawi mengaku langsung bergerak mencari korban pascaguncangan hebat Kamis, 11 Oktober 2018, dini hari itu. Dia segera berkoordinasi dengan aparat desa setempat agar didata tiap mendapati rumah retak. Ia berharap hal itu membantu pemerintah dalam mendata para korban.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, sebanyak 71 rumah rusak akibat gempa di Kecamatan Nonggunong. Sementara, 427 unit bangunan dan rumah dilaporkan rusak di Kecamatan Gayam.

Tim gabungan sebanyak 364 personel hari ini mulai bergerak untuk memperbaiki rumah warga. Kepastian tersebut merupakan hasil rapat koordinasi menyeluruh di kantor Kecamatan Gayam pada Jumat malam, 12 Oktober.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id