Sumenep Siapkan Dana Rp6,8 Miliar Tangani Banjir
Mobil patroli melintasi banjir di Sumenep, 9 Februari 2018, Medcom.id - Rahmat
Sumenep: Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyediakan dana sebesar Rp6,8 miliar untuk mengatasi genangan banjir. Sejumlah saluran bakal dinormalisasi. Masyarakat sudah merasa terganggu dengan genangan yang biasa terjadi saat turun hujan lebat.

Kabid Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Sumenep, Sutrisno, menjelaskan realisasi dana miliaran tersebut tidak bertumpuk di lokasi. Tapi dipecah ke berbagai wilayah yang diyakini bisa mengurangi potensi genangan banjir.

"Penanganan genangan dalam kota mau dimulai sekarang (tahun ini). Saat ini masih proses tender," ujarnya kepada wartawan, Jumat 9 Februari 2018.


Selain normalisasi, juga akan dibuat kolam detensi. Kolam tersebut akan berguna menampung hujan. Lalu air tersebut dibuang lagi bila hujan reda.

Sutrisno yakin bila program tersebut selesai dilakukan, genangan banjir di Kota bakal berkurang antara 20 hingga 30 persen. Sebab setelah pekerjaan selesai nanti, air yang biasanya mengalir dari Desa Pamolokan (Kecamatan Kota) ke Sungai Marengan (Kecamatan Kota) akan dialihkan ke Sungai Patrean (Kecamatan Kota). Air limpahan dari Desa Pamolokan cukup banyak, sementara Sungai Marengan sudah tidak menampung debit air tersebut.

Selain sungai sudah tidak bisa menampung air, lanjut Sutrisno, kurangnya wilayah serapan di wilayah Kota juga turut menyebabkan banjir. Saat ini, kata dia, halaman rumah warga sudah diberi paving dan plester, sehingga air hujan langsung mengalir ke sungai, bukan diserap tanah.

Tumpukan sampah juga disebut biang meluapnya banjir. Seperti di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, sampah-sampah menyangkut di pipa PDAM, sehingga menyebabkan saluran di lokasi tersebut tidak normal. 

"Untuk persoalan sampah tersebut, kita tiap hari sudah menerjunkan petugas untuk membersihkannya. Kita juga butuh dukungan warga untuk urusan sampah ini," ungkap Sutrisno.



(RRN)