<i>Arek Suroboyo</i> Kumpulkan Rp600 Juta untuk NTB
Salah satu Guru SDN Krembangan Selatan VII, Umi Suyanti (switer biru dongker), saat menyalurkan bantuan dana ke Posko peduli korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) di halaman Balai Kota Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Surabaya: Posko peduli korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang didirikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, berhasil mengumpulkan bantuan dana yang cukup besar. Posko ini telah mengumpulkan Rp617 juta sejak dibuka pada Minggu, 5 Agustus 2018, hingga Senin petang, 6 Juli 2018.

"Bantuan yang dari sekolah di Surabaya sekitar Rp407 juta, kemudian yang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya dan masyarakat sekitar Rp211 juta," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto, di posko penyaluran bantuan korban gempa di halaman Balai Kota Surabaya, Senin, 6 Agustus 2018.

Penyaluran dana bantuan tersebut akan dibagi dua. Bantuan dari sekolah SD-SMP di Surabaya fokus disumbangkan untuk perbaikan bangunan atau gedung rusak. Sementara, bantuan yang berasal dari OPD Surabaya dan masyarakat akan disalurkan untuk keperluan korban.


"Karena akibat gempa tersebut ada ratusan bahkan ribuan rumah warga mengalami kerusakan," ujarnya.

Pemkot Surabaya juga akan menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian, dan kebutuhan lain. Eddy telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB untuk mengirim bantuan personel SAR dan petugas medis.

Salah satu Guru SDN Krembangan Selatan VII, Umi Suyanti, yang datang langsung ke posko untuk mewakili sekolahnya menyalurkan bantuan berupa dana. Ia mengaku sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara yang ada di Lombok.

"Semoga bantuan ini bisa tersalurkan untuk bantuan di sana, meliputi pendidikan, dan bangunan disana yang roboh," ujarnya.

Yanti, demikian ia disapa, merahasiakan berapa nominal dana bantuan yang disalurkan ke posko peduli korban bencana NTB. Ia hanya mengatakan bahwa dana tersebut hasil dari penggalangan dana di sekolahnya.

"Bantuan ini bentuk aksi solidaritas atas peristiwa bencana alam yang menimpa Lombok, NTB. Ini merupakan aksi spontanitas," katanya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id