Raja Yogyakarta Sebut Warga Tahu Siklus Erupsi Merapi

Ahmad Mustaqim 24 Mei 2018 14:28 WIB
gunung merapi
Raja Yogyakarta Sebut Warga Tahu Siklus Erupsi Merapi
Gunung Merapi. (ANT/Aloysius Jarot Nugroho )
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memantau perkembangan erupsi Gunung Merapi di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Kamis, 24 Mei 2018. Sultan melihat layar dan seismik yang merekam aktivitas Gunung Merapi. 

Raja Yogyakarta itu meyakini, warga di lereng Gunung Merapi sudah mengetahui siklus erupsi Merapi. Sultan menambahkan, Merapi selalu mengalami peningkatan aktivitas setiap eempat tahun. 

"Warga (lereng Merapi) mesti tahu, empat tahun sekali pasti terjadi," kata Sultan selepas berbincang dengan petugas BPPTKG. 


Sultan melanjutkan, warga di lereng Merapi menyimpan barang berharga yang sewaktu-waktu terbawa saat Merapi erupsi. Dia mengungkap, saat ini warga sangat membutuhkan informasi perkembangan terkini Merapi.

"Tahap itu sudah jadi warning bagi warga Merapi. Kalau konsisten menghindari korban, ada prosedurnya. Tinggal hanya manut apa tidak," ucapnya. 


Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memantau perkembangan erupsi Gunung Merapi di BPPTKG Yogyakarta. (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Sultan mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menghadapi kondisi Gunung Merapi. Sebab durasi letusan yang terjadi pukul 10.48 WIB terjadi selama dua menit, atau lebih cepat dibanding yang terjadi dini hari tadi sekitar empat menit. 

"Silakan bagi warga (saat erupsi) langsung mengungsi. Pemerintah harus memfasilitasi. Kami berharap lava (Gunung Merapi) tak keluar, karena erupsi yang selama ini terjadi hanya (tekanan) gas," tuturnya. 

Ia menambahkan, kewenangan penanganan erupsi saat ini berada di tangah Pemerintah Kabupaten Sleman. Tapi jika memerlukan bantuan, Pemerintah DIY siap membantu. 

"Jika butuh bantuan, mesti membuat surat. (Pemerintah DIY) sudah menyiapkan dana tak terduga, sehingga bisa untuk keperluan apapun, embuh (entah) banjir, embuh apa," ujarnya. 

Baca: Gunung Merapi Kembali 'Batuk'




(LDS)