"Desa Prancak dan Kombang masih parah. Masyarakat masih banyak minta tambahan pengiriman air. Dan kami akan tetap layani. Kami hanya berharap warga irit menggunakan air," kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, saat dikonfirmasi, Selasa, 9 Oktober 2019.
Rahman menjelaskan, kekeringan tersebut mulai melanda sejak bulan Juli lalu. Sejak itu, pemerintah langsung mendistribusikan air bersih sesuai dengan permintaan dan kebutuhan warga.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Total dana yang disiapkan untuk distribusi air tersebut sebesar Rp120 juta, yaitu terhitung sejak Juni hingga Oktober ini.
"Tahap pertama dari Juni hingga Agustus, Rp80 juta. Lalu tahap kedua September dan Oktober, Rp40 juta," jelas Rahman.
Rahman bersyukur luas kekeringan musim ini berkurang jika dibanding musim sebelumnya. Sejumlah program pemerintah dalam menanggulangi kekeringan disebut berjalan optimal.
Namun demikian, permintaan air bersih semakin meningkat karena kemarau lebih lama. Ia berharap akhir Oktober ini hujan sudah mulai turun.
Selebihnya, Rahman mengatakan sebagian warga ingin menggunakan bantuan air bersih itu untuk pertanian. Padahal air tersebut hanya untuk kebutuhan konsumsi, termasuk juga mandi.
"Kalau untuk kebutuhan pertanian, berapa tangki pun tidak akan cukup. Jadi harapannya masyarakat lebih bijak menggunakan air itu," pungkas Rahman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
