Ilustrasi sepak bola, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi sepak bola, Medcom.id - M Rizal (Syaikhul Hadi)

Vigit Waluyo Suap Wasit agar Klubnya Tak Dipermainkan

Pengaturan Skor Sepak Bola
Syaikhul Hadi • 25 Januari 2019 15:56
Surabaya: Vigit Waluyo mengaku memberi uang suap pada wasit dan komite untuk mengatur pertandingan. Besaran uang yang diberikan sekitar Rp25 juta hingga Rp50 juta untuk komite wasit.
 
"Sedangkan untuk wasit kurang lebih Rp25 juta sampai dengan Rp30 juta. Pembagiannya mereka bagi sendiri," ujar Vigit usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap pengaturan skor sepak bola di Mapolda Jawa Timur, Kota Surabaya, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Vigit bercerita, dalam kompetisi Liga 2 pada 2017, salah satu klub binaannya yaitu PMSP Mojokerto Putera, dipermainkan wasit. Melihat kondisi itu, Vigit mencari solusi agar kejadian tak berulang lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu saya menjalin komunikasi dengan komite wasit," kata Vigit.
 
Baca: Vigit Waluyo Mengaku Suap agar Timnya Tetap Bertanding
 
Menyuap wasit pertandingan satu-satunya cara mengatur pertandingan. Melalui anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, Vigit dipertemukan dengan anggota komite wasit, Nasrul Koto. 
 
"Setelah bertemu dengan Koto, pertandingan kami aman-aman saja," terangnya. 
 
Dari tiga klub binaan Vigit yang bermain di Liga 2, dua di antaranya musim ini promisi ke Liga 1. Mereka adalah PSS Sleman dan Kalteng Putera. Sedangkan PSMP Mojokerto Putera gagal promosi setelah sengaja gagal mengeksekusi penalti.
 
Pemeriksaan pada Vigit dilakukan setelah polisi menetapkan Dwi Irianto atau Mbah Putih sebagai tersangka. Dari hasil penyidikan itu, Vigit diduga terlibat pengaturan pertandingan PSMP Mojokerto vs Aceh United di Liga 2 pada tahun 2018. 
 
Kepada Mbah Putih, Vigit meminta bantuan agar PSMP Mojokerto bisa lolos ke Liga 1. Sebagai imbalannya,  Vigit memberi uang tunai Rp50 juta sebagai uang muka, melalui transfer senilai Rp25 juta, dan Rp30 juta dengan transfer via ATM.
 
Satgas Anti Mafia Bola melakukan pemeriksaan perdana terhadap Vigit Waluyo. Vigit dijemput di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Sidoarjo setelah mengirimkan surat ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Dirjen Pemasyarakatan. 
 
Di samping pengaturan skor bola, Vigit terjerat kasus dugaan Korupsi dana Pinjaman PDAM Delta Tirta Sidoarjo dan dijebloskan ke dalam Lapas Sidoarjo. 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif