Dua Kecamatan di Banyuwangi Diterjang Banjir Bandang

Lukman Diah Sari 22 Juni 2018 17:58 WIB
banjir bandang
Dua Kecamatan di Banyuwangi Diterjang Banjir Bandang
Banjir bandang melanda Banyuwangi. (ANT/Tulus Harjono)
Banyuwangi: Banjir bandang yang membawa material kayu dan lumpur melanda dua kecamatan di Kabupaten Bnayuwangi, Jawa Timur, Jumat 22 Juni 2018. Banjir bandang terjadi di Kecamatan Singojuruh dan Songgon. 

"Merupakan bencana yang cukup besar karena intensitas hujan yang cukup tinggi, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam melansir Antara. 

Dia menambahkan, banjir bandang menyebabkan 11 rumah roboh. Selain itu, ketinggian lumpur yang menerjang rumah warga mencapai satu meter. Tak hanya itu, sejumlah infrastruktur seperti jembatan rusak berat. 


"Kami masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang disebabkan banjir bandang tersebut, namun sementara ini tercatat sebanyak 300 kepala keluarga yang terdampak banjir yang disertai lumpur dan material kayu," tuturnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah memprediksi akan terjadi banjir bandang karena tingginya curah hujan. Antisipasi sudah dilakukan untuk meminimalisit korban, melalui penyuluhan ke masyarakat. 

Camat Songgon Wagianto mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Songgon merupakan yang kedua kalinya. Banjir bandang pertama kali terjadi pada 15 Mei 2018 lalu. 

"Banjir bandang yang menerjang Jumat pagi tadi lebih besar hingga menyebabkan infrastruktur jembatan yang menghubungkan dua desa rusak berat dan saluran irigasi juga rusak akibat diterjang material kayu yang dibawa banjir bandang tersebut," katanya.

Dia mengungkap, banjir bandang di wilayahnya mulai surut. Namun, banjir yang disertai lumpur itu menyebabkan sejumlah kerusakan di sejumlah destinasi wisatan Kecamatan Songgon. 

"Tidak ada korban jiwa dan kerusakan rumah dalam banjir bandang yang melanda Kecamatan Songgon, namun sejumlah infrastruktur mengalami rusak berat," ujarnya.



(LDS)