Wali Kota Nonaktif Malang Dipenjara 2 Tahun
Wali Kota nonaktif Malang M Anton berdiskusi dengan kuasa hukum terkait vonis 3 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat, 10 Agustus 2018, Medcom.id - Hadi
Sidoarjo: Wali Kota Malang nonaktif, Mochammad Anton, divonis dua tahun penjara dengan denda sebesar Rp200 juta subsidair empat bulan kurungan penjara. Hakim menyatakan Anton bersalah memberi hadiah atau janji kepada belasan anggota DPRD untuk pembahasan dan pengesahan APBD-P Pemkot Malang tersebut. 

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 UU Tipikor dengan ancaman dua tahun penjara dengan denda sebesar Rp.200 juta, subsidair empat bulan kurungan penjara," ungkap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Unggul, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 10 Agustus 2018.

Unggul juga menjatuhkan hukuman tambahan pada Anton. Yaitu mencabut hak Anton untuk dipilih selama dua tahun setelah yang bersangkutan menjalani masa hukuman.


Baca: Wali Kota Nonaktif Malang Muhammad Anton Dituntut 3 Tahun Bui

Putusan itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa yang disampaikan dalam sidang lalu. Pada Jumat 27 Juli 2018, jaksa menuntut majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp.200 juta, subsidair 6 bulan kurungan penjara. 

Anton dianggap bersalah karena memberi hadiah atau janji pada belasan anggota DPRD Kota Malang untuk pembahasan dan pengesahan APBD-P Pemkot Malang. Saat itu, Anton berstatus sebagai Wali Kota Malang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Malang Mochammad Anton pada Selasa, 27 Maret 2018. Anton ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.
 
Lihat video:

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id