Bupati Madiun, Ahmad Dawami, saat meninjau warga terdampak banjir di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. (Medcom.id/Amal).
Bupati Madiun, Ahmad Dawami, saat meninjau warga terdampak banjir di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. (Medcom.id/Amal). (Amaluddin)

Banjir Madiun Akibat Hutan Gundul

Banjir Madiun
Amaluddin • 07 Maret 2019 12:37
Surabaya: Sebanyak 39 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Madiun terkena musibah banjir bandang. Kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami, banjir tersebut disebabkan hutan gundul di lereng Gunung Wilis.
 
"Hutan gundul, sehingga minimnya pepohonan membuat air tak mampu terserap dan membanjiri permukiman warga," kata Kaji Embing, sapaan akrabnya, saat meninjau lokasi banjir di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis, 7 Maret 2019.
 
Selain hutan gundul, lanjut Kaji Embing, tingginya intensitas hujan juga menjadi penyebab banjir di wilayahnya. Sehingga, air di sungai di lereng Gunung Wilis tidak mampu menampung volume air. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian air mengalir ke Sungai Jeroan, air juga meluber ke pemukiman warga dengan ketinggian air hampir 1 meter," ujarnya.
 
Baca: Madiun Darurat Banjir
 
Adapun delapan kecamatan yang terdampak banjir, di antaranya adalah Kecamatan Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, dan Purwoasri. Hingga saat ini, belum ada laporan adanya korban jiwa dalam musibah ini.
 
Banjir bandang terjadi di Kabupaten Madiun, sejak Selasa malam, 5 Maret 2019. Banjir ini terjadi setelah hujan turun cukup deras dalam beberapa jam sejak Selasa sore hingga malam. Hingga saat ini, air mulai berangsur surut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif