Warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak diterjang ombak di Sumenep, Senin, 24 Desember 2018, Medcom.id - Rahmat
Warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak diterjang ombak di Sumenep, Senin, 24 Desember 2018, Medcom.id - Rahmat (Rahmatullah)

Puluhan Bangunan di Sumenep Rusak Dihantam Ombak

gelombang tinggi
Rahmatullah • 24 Desember 2018 13:13
Sumenep: Puluhan bangunan di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Jawa Timur, rusak setelah dihantam ombak setinggi 5 meter. Warga menyebut total sebanyak 7 rumah rusak. Bangunan lain yang rusak adalah kandang sebanyak 20 unit. Bahkan ada  kandang sapi di Dusun Pesisir itu rata dengan tanah.
 
Menurut warga, Asadi, ombak tinggi tersebut sudah terjadi dua malam berturut-turut, yaitu sejak kemarin malam hingga malam tadi. Air laut bahkan mencapai rumah yang jaraknya 100 meter dari bibir pantai. Malam pertama ombak setinggi 3 meter. Sedangkan malam kedua 5 meter.
 
"Sekitar 20 kandang yang rusak," ujarnya, Senin, 24 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, rata-rata rumah bagian lantai. Sebagian rusak atap depan. Tapi tidak ada yang sampai roboh. Asadi mengatakan hanya melaporkan kerusakan kepada RT setempat.
 
Asadi khawatir ombak tinggi tersebut terjadi lagi nanti malam. Sebab mulai siang ini, ombak di laut mulai naik. 
 
Sedangkan warga lain, Sa'ad, menuturkan ombak malam tadi terjadi sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Dia mengaku panik saat kejadian.
 
"Warga keluar rumah karena ketakutan. Tapi tidak sampai lari terbirit-birit," ujar dia.
 
Sa'ad mengatakan tidak hanya bangunan yang rusak. Sampan nelayan yang ditambatkan di bibir pantai juga rusak dihantam ombak. Kata dia, sampan tersebut rusak total karena dibenturkan dengan bebatuan tangkis laut. 
 
"Saya bersyukur tidak ada korban luka apalagi jiwa," tuturnya.
 
Pantauan di lokasi, warga bergotong royong menyusun kembali batu material tangkis laut yang sudah berantakan. Mereka khawatir tangkis laut makin rusak bila material tidak segera ditata ulang. Warga menyebut tangkis laut itu dibangun secara swadaya. 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi