Tahun Depan, Gaji Tenaga Honorer di Malang Sesuai UMK

Daviq Umar Al Faruq 04 Mei 2018 16:51 WIB
tenaga honorer
Tahun Depan, Gaji Tenaga Honorer di Malang Sesuai UMK
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, Medcom.id - Daviq
Malang: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Jawa Timur, menaikkan honor guru tak tetap. Mulai tahun depan, gaji seluruh tenaga honorer di bidang pendidikan di Malang sesuai dengan upah minimum kota (UMK).

Kepala Disdik Kota Malang Zubaidah mengatakan tak ada masalah dengan gaji tenaga honorer. Justru, katanya, gaji tenaga honorer di Kota Malang sudah sesuai upah minimum kota (UMK) yakni Rp 2,2 juta.

"Saat ini masih pegawai honorer tingkat SMP yang gajinya sudah sesuai UMK," kata Zubaidah di Kota Malang, Jumat, 4 Mei 2018.


Saat ini, ujar Zubaidah, sebanyak 3.000 pegawai tak tetap bekerja di bidang pendidikan di Kota Malang. Tenaga yang bekerja di lembaga pendidikan pemerintah sebanyak 70 persen. Gaji mereka menjadi tanggung jawab pemerintah. Sisanya di bawah kewenangan yayasan atau swasta.

"Tapi pemkot juga memberikan hibat atau honor tambahan untuk guru honorer di swasta sekitar Rp500 ribu per bulan untuk satu orang," ungkap Zubaidah.

Pemberian gaji sesuai UMK, lanjut Zubaidah, sudah berlaku sejak tahun ini untuk tenaga honorer di tingkat SMP. Saat ini, Pemkot tengah menggodok rencana kebijakan yang sama untuk tenaga honorer di SD.

"SD Insya Allah tahun depan. Jadi bertahap. Sebab, SD jumlahnya banyak. SDM nya masih kita tata lebih dulu untuk tenaga administrasinya," lanjutnya.


Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Malang juga bakal memberikan pelatihan kepada seluruh guru di Kota Malang. Pelatihan tersebut berupa penguatan pendidikan karakter dan juga peningkatan SDM.

"Sebelumnya pelatihan itu hanya untuk perwakilan guru saja. Tapi tahun ini akan kami berikan kepada seluruh guru. Karena tiap guru kemampuannya tidak sama," tuturnya.

Pelatihan tersebut juga bakal diberlakukan secara bertahap. Pertama, pelatihan bakal diberikan kepada seluruh guru di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Kami menggunakan 10 hari untuk pelatihan karena ada lima kecamatan di Kota Malang. Masing-masing kecamatan dua hari. Semua guru. Kita mulai dari PAUD dulu. SD dan SMP belum," pungkasnya.



(RRN)