"Sampai sekarang di DPR RI baru 17 persen perempuan duduk di parlemen," katanya usai menghadiri Muktamar ke XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (UMM) di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis, 2 Agustus 2018.
Keterwakilan perempuan di lembaga Legislatif Nasional atau DPR RI sebesar 17,32 persen, hanya 97 anggota legislatif perempuan dari 560 anggota DPR RI. Sedangkan di DPRD provinsi se-Indonesia, wakil rakyat dari kaum hawa hanya 350 orang dari total 2.130 kursi (sekitar 16,43 persen).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Keterwakilan perempuan di DPRD kabupaten/kota pun hanya sebesar 14 persen, sebanyak 2.296 perempuan dari total sebanyak 16.883 anggota DPRD kabupaten/kota.
Yohana mengaku telah mendengarkan berbagai keluhan terkait sedikitnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Keluhan tersebut lah yang dinilai membuat banyak perempuan tidak tertarik mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg).
"Mereka merasa pesimis karena banyak yang kalah. Mereka menganggap bahwa mereka tidak mempunyai uang cukup untuk bisa maju caleg dan itu yang menjadi persoalan," ungkapnya.
Menteri asal Bumi Cenderawaih juga mengakui sejumlah perempuan tidak mendapatkan izin dari sang suami untuk terjun politik. Padahal, perempuan harus mendapat hak berpolitik yang sama dengan laki-laki.
Yohana menilai perempuan seharusnya tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Perempuan harus didukung oleh laki-laki, khususnya di bidang politik dan pengambilan keputusan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
