Kejahatan Siber di Indonesia Meroket 900%

Daviq Umar Al Faruq 18 Mei 2018 13:52 WIB
cyber crime
Kejahatan Siber di Indonesia Meroket 900%
Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kemkominfo Teguh Arifiyadi. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Malang: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) mencatat kasus kejahatan siber (cyber crime) meningkat signifikan dua tahun belakangan. Berdasarkan data konten yang ditangani saja, kasus kejahatan siber meroket hampir 900 persen.

"Jika 2016 kami menangani sebanyak 6.300 konten, saat 2017 sudah melonjak 60 ribu kasus," kata Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kemkominfo Teguh Arifiyadi, dalam Kuliah Tamu Cyber Crime & Security Issue di Universitas Brawijaya, Jumat, Mei 2018.

Peningkatan kejahatan yang cukup meresahkan masyarakat tersebut terhitung sangat tinggi. Belum lagi, Kominfo memprediksi kasus kejahatan siber akan meningkat setiap tahun. Hal ini mengingat lebih banyak masyarakat yang kini menggunakan media sosial.


Kominfo selalu memantau akun-akun berpotensi melakukan cyber crime. Contohnya akun yang menyebarkan konten pornografi di sosial media.

Kominfo sendiri mempunyai data lalu lintas akun yang sering menyebarkan konten atau link pornografi di media sosial, mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, dan media lain.

Kejahatan siber ini umumnya menggunakan akun anonim. Meskipun anonim, akun tersebut dapat dilacak hingga detail dan status biodatanya yang tidak jelas.

"Kami bisa melacak jejak aplikasinya. Kominfo dapat melacak Internet Protocol Address (IP) sampai provider yang digunakannya sehingga diketahui biodata serta posisi sang pengguna sebenarnya," tegasnya.

Teguh mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan akun yang dinilai termasuk dalam kasus kejahatan siber di media sosial.

"Salah satu tips yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan report secara massal dari alamat IP yang berbeda. Ini akan menonaktifkan akun yang dilaporkan," pungkasnya.
 



(SUR)