Kapolres Jombang Keluarkan Maklumat Peredaran Miras

Nurul Hidayat 29 April 2018 14:59 WIB
miras
Kapolres Jombang Keluarkan Maklumat Peredaran Miras
Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto. (Medcom.id/Nurul Hidayat)
Jombang: Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto mengeluarkan maklumat tentang larangan menjual barang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah peredaran minuman keras (miras) di Kota Santri.

"Sebagai langkah untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maka perlu dikeluarkan maklumat ini," ujar Fadli ditemui di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Minggu 28 April 2018.

Ia menambahkan, maklumat bertujuan untuk mempertegas pemberlakuan Pasal 204 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) untuk menjerat pelaku penjualan miras di Kabupaten Jombang.


"Maklumat itu juga berisi peringatan kepada oknum anggota untuk tidak menjadi backing dari penjual miras, sanksinya adalah pemecatan," imbuhnya.

Fadli mengungkap, maklumat tersebut nantinya akan disebarluaskan dan dipasang di titik-titik keramaian berupa baliho agar menjadi perhatian masyarakat

Maklumat bernomor : MAK / I / 2108 berisi tentang dua poin penting yakni, 

1. Mengimbau kepada seluruh produsen dan pihak-pihak yang memperdagangkan minuman keras tanpa label resmi untuk segera menghentikan kegiatan produksi, menjual, menerimakan atau membagi-bagikan, serta mengkonsumsi minuman keras, apabila ditemukan masyarakat atau kelompok yang masih melakukan aktivitas dimaksud akan dilakukan tindakan tegas dan penegakan hukum proses pidana biasa dan ancaman pidana paling lama lima belas tahun.

2. Mengimbau kepada seluruh anggota Polri untuk tidak menjadi bagian dari pelaku dan melindungi peredaran minuman keras dalam wilayah hukum Polres Jombang dan apabila ditemukan oleh anggota Polri yang melakukan aktivitas dimaksud dengan menerima setoran dari pengedar akan dilakukan tindakan tegas yang sama serta pencopotan dari jabatan hingga proses pemecatan.


Maklumat tentang larangan menjual barang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan. (Medcom.id/Nurul Hidayat)




(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id