Penangkapan terpidana Wisnu Wardhana di kawasan Jalan Lebak Jaya Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 9 Januari 2019. Medcom.id/ Syaikhul Hadi..
Penangkapan terpidana Wisnu Wardhana di kawasan Jalan Lebak Jaya Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 9 Januari 2019. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.. (Amaluddin)

Mantan Kajati Jatim Apresiasi Penangkapan Wisnu Wardhana

korupsi
Amaluddin • 09 Januari 2019 16:49
Surabaya: Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Maruli Hutagalung mengapresiasi Kejaksaan Negeri Surabaya yang berhasil menangkap Wisnu Wardhana, buronan terpidana dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) BUMD Pemrpov Jatim.
 
"Kita acungkan jempol aksi kejaksaan dalam menangkap koruptor. Rakyat bangga dengan kiprah Kejati Jatim dan tim Kejari Surabaya yang tadi langsung dipimpin Pak Teguh Darmawan (Kajari Surabaya), yang sangat tegas dalam memburu koruptor," kata Maruli di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Aksi penangkapan Wisnu menyita perhatian publik. Sebab, sempat terjadi kejar-kejaran antara tim intelijen kejaksaan dengan Wisnu di wilayah Kenjeran, Surabaya. Bahkan Wisnu bersama anaknya berupaya kabur, dengan menabrak sepeda motor milik tim intelijen kejaksaan. Motor tersebut dilindas oleh mobil Wisnu, bahkan sampai mengeluarkan asap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suasana mencekam karena Wisnu tetap menginjak gas saat motor sudah dalam posisi terlindas. Tim intelijen menggedor kaca mobil Wisnu, hingga akhirnya Wisnu menyerah.
 
"Aksi penangkapan ini sangat efektif, pesan yang bisa kita ambil adalah koruptor harus benar-benar diburu. Ini sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo untuk terus menegakkan hukum, mewujudkan Indonesia bebas korupsi," tegas Maruli.
 
Dalam kasus PT PWU ini, Kejaksaan telah menetapkan empat tersangka, yaitu Wisnu Wardhana yang ketika itu menjadi Ketua Penjualan Aset PT PWU, Dirut PT PWU saat itu Dahlan Iskan, serta Sam Santoso dan Oepoyo (dua pihak swasta selaku pembeli aset BUMD Jatim PT PWU).
 
Kasus ini bermula dari penjualan dua aset milik BUMD Jatim PT PWU di Kediri dan Tulungagung pada tahun 2003, dengan kerugian negara Rp11 miliar. Wisnu divonis 3 tahun di Pengadilan Tipikor Surabaya.
 
Kemudian Wisnu banding ke Pengadilan Tinggi Jatim yang menurunkan vonisnya menjadi 1 tahun penjara. Tak puas, Kejaksaan Tinggi Jatim melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) yang kemudian pada Desember 2018 lalu menaikkan vonis Wisnu menjadi 6 tahun penjara. Setelah vonis MA turun itulah, Wisnu melarikan diri hingga tertangkap.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif