Suasana di SDN Wedungasri, Sidoarjo, yang tiga ruang kelasnya dibongkar pemilik modal, Medcom.id - Hadi
Suasana di SDN Wedungasri, Sidoarjo, yang tiga ruang kelasnya dibongkar pemilik modal, Medcom.id - Hadi (Syaikhul Hadi)

Proses Hukum Dugaan Pembangunan SDN Wadungasri Dimulai

pembangunan sekolah
Syaikhul Hadi • 07 Desember 2018 17:48
Sidoarjo: Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat pelimpahan berkas laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan SDN Wadungasri, Sidoarjo. Polresta mulai memeriksa Budiono, selaku pemilik modal dalam proyek tersebut, pekan depan.
 
Budiono mengaku menerima surat pemberitahuan dari Polresta Sidoarjo. Ia diminta memberikan keterangan untuk berita acara perkara.
 
"Kami bersyukur, laporan kami mendapat tanggapan dari polisi. Pekan depan mulai dilakukan pemeriksaan," kata Budiono kepada Medcom.id melalui sambungan telepon, Jumat, 7 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertengahan November 2018, Budiono melapor ke Mapolda Jatim. Laporan itu tertuang dalam surat nomor LPB/1501/XI/2018/UM/JATIM atas dugaan penipuan. Lalu, Polda Jatim melimpahkan berkas tersebut ke Mapolres Sidoarjo untuk memudahkan proses penyidikan sesuai wilayah hukumnya.
 
Dalam laporan, Budiono melaporkan Muhadi, warga asal Sidoarjo. Muhadi mengaku pemilik CV Sidorejo yang memenangkan lelang pengerjaan proyek pembangunan ruang kelas SDN Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
 
Baca: Kontraktor Harus Bertanggung Jawab Pembongkaran Kelas
 
Dana proyek sebesar Rp468.258.000 yang berasal dari APBD 2018. Proyek tersebut dikerjakan mulai Juli 2018.
 
"Dia (Muhadi) Ngakunya sebagai pemilik CV Sido Rejo atau pemenang tender. Dia bawa bukti gambar sebuah proyek. Dan saya ditawari untuk bergabung dalam hal pendanaan," terangnya.
 
Mendapat tawaran tersebut, Budiono mendatangi sekolah. Akhirnya, Budiono dan Muhadi sepakat dengan perjanjian honor 12 persen.
 
Sekian lama, proyek itu dipindahtangankan dari Muhadi kepada Wahyu, pemilik CV Bilqis. Setelah itu, Budiono putus komunikasi dengan Muhadi.
 
"Berkali-kali ditelpon sudah tidak aktif, bahkan saya datangi rumahnya pun, dia tidak ada," ujar Budiono.
 
Baca: Proyek Pembangunan SDN Wadungasri Bermasalah
 
Bukan hanya SDN Wadungasri, Budiono juga ditawarkan bekerja sama membangun ruang kelas di DN Barengkrajan (Krian) dan SD Sidorejo Taman. 
 
Pembangunan dilakukan. Namun, pemilik proyek belum membayar Budiono. Budiono mengaku merugi hingga Rp610 juta.
 

 


 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif