Mentan Klaim Sektor Pertanian Efektif Turunkan Inflasi

Daviq Umar Al Faruq 23 November 2018 10:02 WIB
pertanian
Mentan Klaim Sektor Pertanian Efektif Turunkan Inflasi
Menteri Pertanian Andi Amran, Medcom.id - Daviq
Malang: Sektor pertanian berkontribusi cukup signifikan menurunkan tingkat inflasi di Indonesia. Buktinya, harga pangan terkendali dan inflasi bahan makanan hanya 1,27 persen pada 2017.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Malang, Jawa Timur, Kamis, 22 November 2018.

Menurut Amran, tingkat inflasi itu jauh lebih rendah dibanding 2013 yang mencapai 11,35 persen. Sementara itu, pada 2017, inflasi bahan makanan juga di bawah inflasi umum yang masih sebesar 3,61 persen.


"Itu menjadi bukti harga pangan stabil, dapat dinikmati konsumen, sebab pasokan produksi dalam negeri sangat memadai," kata Amran.

Amran menjelaskan kebijakan pangan pemerintah Jokowi-JK bermuara pada tujuan utama yaitu peningkatan kesejahteraan petani maupun masyarakat umum. Kementerian Pertanian pun merepresentasikan berbagai program pembangunan pertanian. 

Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045 melalui penetapan peta jalan program prioritas target swasembada 11 komoditas pangan strategis. Mulai dari padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, gula, dan daging sapi.

Menurut Amran, berbagai capaian sektor pertanian di empat tahun pemerintah Jokowi–JK tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan semua pihak. Bahkan, petani dan peternak turut andil mencapai keberhasilan itu.

"Penghargaan sebesar-besarnya kami berikan untuk semua pihak yang telah bersinergi untuk memajukan sektor pertanian. Sinergi ini harus terus kita jalin sehingga Indonesia bisa mencapai visinya sebagai Lumbung Pangan Dunia," tegas Amran. 

Sebagai generasi muda, pria asal Sulawesi ini berharap mahasiswa bersemangat maju dan menghasilkan perubahan. "Ini yang sudah dilakukan Kementerian Pertanian. Sudah banyak perubahan yang dihasilkan dalam beberapa tahun terakhir ini,” ujarnya.

Perubahan itu diawali revolusi internal. Ada 241 regulasi yang dihapus karena tidak lagi sesuai dengan percepatan pembangunan pertanian. Demikian pula dari sisi anggaran. Sebanyak Rp800 miliar anggaran perjalanan dinas dan seremonial yang direalokasikan untuk kepentingan petani. 

"Kami fokuskan itu untuk membeli bibit, obat-obatan dan mesin untuk petani," ungkapnya.

Hasilnya, lanjut Amran, sangat signifikan. Dari sebelumnya negara pengimpor pangan, saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengekspor pangan. Ada peningkatan ekspor sebesar 24 persen dengan nilai mencapai Rp441 triliun. Selain itu, pemanfaatan teknologi berdampak besar bagi peningkatan produksi pertanian. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id