Negara Harus Hadir Tekan Konflik Agraria
Presiden Joko Widodo menyerahkan 3.331 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat dari sejumlah daerah yang ada di Provinsi Papua. Foto: MI/Agus Mulyawan
Jember: Dirjen Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Muhammad Ikhsan mengatakan negara harus hadir dalam menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di sejumlah daerah.

"Harus tampil menangani persoalan-persoalan sengketa agraria dan kalau bisa diselesaikan. Kami akan menyelesaikannya untuk kepentingan rakyat," kata Ikhsan kepada Medcom.id, Kamis, 12 April 2018.

Reformasi agraria yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tidak hanya semata-mata melegalisasi aset. Pemerataan ekonomi dan dan terwujudnya akses reformasi agraria untuk masyarakat juga harus diperhatikan.


"Ketika ada persoalan dengan lahan masyarakat, maka dicoba diselesaikan dengan cara kekeluargaan, sehingga jangan selalu konflik agraria dibawa ke ranah hukum karena prosesnya cukup panjang dan kasihan masyarakat," tutur Ikhsan.

Dengan penyelesaian konflik tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan diberikan akses. Perbankan pun diharapkan terlibat dalam memberikan pendampingan kepada rakyat.

"Pihak perbankan punya modal, pasar, dan sumber daya manusia yang bagus. Sehingga, diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat," ujar Ikhsan.

Ke depan, reformasi agraria akan diberikan per kluster. Misalnya, masyarakat yang menanam kopi akan diberikan kluster kopi dan masyarakat yang menanam karet akan diberikan kluster karet.

Setelah aset masyarakat dilegalisasi, lanjut dia, maka akan diberikan sertifikat. Tanah kawasan hutan yang dilepas Kementerian Kehutanan akan dikembalikan ke masyarakat.

Untuk menyelesaikan sejumlah konflik agraria dan meminta pihak ATR/BPN di daerah untuk bekerja secara maksimal dalam menuntaskan sejumlah sengketa tanah.

"Saya minta ATR/BPN Jember komitmen untuk menyelesaikan kasus sengketa tanah di Kabupaten Jember dan dalam waktu enam bulan diharapkan bisa bekerja maksimal," pungkas Ikhsan.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id