Wakil Kepala Bulog Sub Divre Malang, Hafizhsyah mengatakan, stok beras itu tersimpan di empat gudang. Rencananya stok tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten/Kota Malang, dan Kota Batu.
"Stok beras tahun baru kita siap. Stoknya kalau seluruh Malang ada 26 ribu ton," kata Hafizh di Malang, Jawa Timur, Rabu, 19 Desember 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Hafizh menjelaskan, situasi harga beras jelang Nataru tahun ini cenderung lebih normal dibanding tahun lalu. Hal itu karena permintaan beras dari masyarakat terhitung masih dalam batasan normal.
"Situasi sekarang normal. Operasi pasar pedagang normal, bisa dilihat dari permintaan masyarakat, kalau meningkat biasanya ada gejolak harga," ungkap Hafizh.
Sedangkan, beras yang berada di gudang Bulog diakui Hafizh hanya untuk keperluan operasi pasar, bukan untuk penyaluran ke pasar-pasar. Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa menghitung berapa banyak kebutuhan beras dari masyarakat.
"Tidak ada penyaluran rutin, hanya operasi pasar. Dulu kan ada bansos rastra, itu bisa kita hitung secara kebutuhan. Karena kita sekarang operasi pasar, kita tidak bisa menentukannya," pungkas Hafizh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
