Artis VA mendatangi Polda Jawa Timur untuk menyerahkan barang bukti uang Rp35 juta ke penyidik, Senin, 7 Januari 2019. Medcom.id/ Amaluddin.
Artis VA mendatangi Polda Jawa Timur untuk menyerahkan barang bukti uang Rp35 juta ke penyidik, Senin, 7 Januari 2019. Medcom.id/ Amaluddin. (Amaluddin)

Pemesan VA Seorang Pengusaha Tambang Asal Lumajang

proyek lrt
Amaluddin • 07 Januari 2019 20:17
Surabaya: Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Harissandi, menyebut bahwa pengguna jasa artis VA adalah seorang pengusaha berinisial R. Dia adalah pengusaha asal Kabupaten Lumajang berusia antara 40-50 tahun.
 
"Pemesan VA seorang pengusaha tambang asal Lumajang," kata Haris, di Mapolda Jatim, Senin, 7 Januari 2019.
 
Menariknya, R seorang pengusaha yang belum terikat pernikahan alias bujang. Namun, Haris enggan mengungkap detail siapa pengusaha R tersebut. "Yang jelas pemesannya pengusaha, dan belum nikah," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya pengusaha, artis FTV VA juga kerap dipesam pria hidung belang dari kalangan pengusaha. Namun, Haris juga enggan mengungkap identitas pejabat tersebut.
 
"Kebanyakan pemesannya pengusaha, ada juga pejabat, tapi rata-rata pengusaha," katanya.
 
Kata Haris, TN dan ES merupakan muncikari jaringan kalangan artis dan model. Berdasarkan catatan muncikari tersebut, ada 45 artis dan 100 model yang menjadi binaannya bisnis seks prostitusi online.
 
Dua muncikari itu memiliki jaringan sangat luas, mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. Tarif yang dipatok mulai Rp25 juta hingga Rp100 juta sekali kencan. 
 
"Para artis itu bisa dipesan dimana saja, baik dalam negeri hingga ke luar negeri. Karena ada beberapa pelanggan yang takut ketahuan jika melakukan hubungan badan di Indonesia. Makanya ada yang minta layanan ke luar negeri," kata Haris.
 
Pelanggan Prostitusi Tak Bisa Dijerat
 
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menambahkan bahwa polisi belum bisa menjerat pelanggan atau pria berhidung belang dalam kasus prostitusi. Alasannya, belum ada Undang-undang yang bisa menjerat para pelanggan prostitusi.
 
"Jadi memang tidak ada pasal yang bisa menjerat pemesan prostitusi. Ketika seseorang memakai jasa seseorang dalam prostitusi, saat ini memang tidak ada undang-undang-nya, tidak ada pasal, tidak ada regulasinya," kata Barung.
 
Polisi, lanjut Barung, hanya menjalankan regulasi dari UU yang berlaku. Sehingga, kata dia, polisi tidak bisa berbuat banyak untuk menjerat pria hidung belang dalam kasus prostitusi. 
 
"Polisi memang penegak hukum, tapi kami tidak bisa menjerat pemesan prostitusi, karena memang belum ada aturannya. Jadi kami hanya menegakkan hukum sesuai UU yang berlaku," katanya.
 
Polisi mengamankan artis VA bersama pelanggannya di salah satu hotel di Surabaya sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu, 5 Januari 2019. Di hari yang sama, polisi juga mengamankan artis AS di jalan sesaat setelah keluar dari Bandar Udara International Juanda Surabaya di Sidoarjo.
 
VA sendiri datang ke Surabaya karena dipesan oleh seorang pengusaha berinisial R. Namun, Barung enggan mengungkap identitas pria hidung belang tersebut. "Kalau kami membuka, sama halnya kami membuka aib orang. Jadi, polisi tidak akan membuka aib seseorang," kata Barung.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi