Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Daviq Umar Al Faruq)

Polisi Tangkap PNS Pemkot Malang karena Narkoba

kasus narkoba
Daviq Umar Al Faruq • 15 Januari 2019 20:29
Malang: Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berinisial YW, 37, ditangkap polisi karena kepemilikan narkoba jenis sabu. Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, YW ditangkap di kediamannya di Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 10 Januari 2019.
 
"YW ditangkap saat berada di teras rumah. Saat diperiksa sakunya, ditemukan satu bungkus plastik klip kecil sabu dengan berat 0,57 gram," kata Asfuri  di Polres Malang Kota, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Asfuri menjelaskan, berdasarkan penuturan YW, dia sengaja mengonsumsi barang haram tersebut untuk menambah semangat kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, diketahui barang haram tersebut didapat dari FM alias Gogon, 31. Caranya, YW memesan kepada FM via Whatsapp, kemudian oleh FM narkoba dikirimkan ke YW.
 
"Harga Sabu itu Rp650 ribu per setengah gramnya. Kepada polisi YW mengaku sudah mengonsumsi sabu selama kurang lebih satu tahun. Tapi tidak rutin, aktif baru minggu kemarin," jelas Asfuri.
 
Selanjutnya, polisi pun langsung mengejar keberadaan FM. Tak butuh waktu lama, pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek daring itu ditangkap di rumah kosnya Jalan Hamid Rusdi, Kota Malang.
 
Dari tangan FM, polisi mendapatkan barang bukti lain berupa tiga bungkus plastik klip kecil sabu seberat 4,42 gram, satu plastik klip kecil ganja seberat 5,92 gram, timbangan elektronik dan lain-lain.
 
Atas perbuatannya, YW diancam dengan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dia pun terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun.
 
Sementara itu, FM diancam dengan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayar 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi