Ilustrasi pekerja. (Foto: Antara/Dhoni Setiawan)
Ilustrasi pekerja. (Foto: Antara/Dhoni Setiawan) (Gervin Nathaniel Purba)

Pemprov Jatim Dorong Perusahaan Penuhi Jaminan Sosial Pekerja

berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 23 Mei 2019 17:30
Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendorong perusahaan di wilayahnya agar patuh memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja. 
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan saat ini masih ada perusahaan yang belum patuh mengikutsertakan pekerja mereka dalam program jaminan sosial.   
 
"Misalnya, perusahaan itu memiliki 3.000-an orang pekerja, tetapi yang diikutkan hanya 100 orang. Ini yang namanya tidak patuh," kata Himawan, dilansir Antara, Kamis, 23 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pihak pemerintah hanya memfasilitasi terkait dengan peningkatan kepesertaan. "Diharapkan dengan pertemuan seperti ini, nantinya ada formula yang bisa menjembatani terkait dengan kepatuhan itu," katanya.    
 
Ke depan, diharapkan ada kolaborasi yang bagus antara serikat pekerja dengan pemilik perusahaan supaya semakin banyak pekerja yang terlindungi dalam program ketenagakerjaan. Kolaborasi ini memberikan banyak keuntungan antara pekerja dengan pengusaha.
 
Sementara itu, Direktur Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Wahyu Widodo mengatakan masih banyak perusahaan yang mendaftarkan sebagian pekerjanya dalam program jaminan sosial memang menjadi masalah yang belum terpecahkan.
 
"Solusi dan formulanya sampai dengan saat ini masih terus dicari," ujar Wahyu.    
 
Seharusnya organisasi pekerja yang ada saat ini bisa dikerucutkan menjadi beberapa saja supaya tidak terlalu banyak. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kekuatan kalau ada permasalahan yang sedang dihadapi dengan perusahaan.
 
"Misalnya, kalau orang yang datang bersama-sama akan lebih kuat daripada datang sendiri-sendiri," ujarnya.    
 
Dari data yang ada saat ini, jaminan hari tua (JHT) yang sudah terbayarkan di Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim sampai dengan April sebanyak 79.839 kasus, senilai Rp923 miliar. Kemudian jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebanyak 10.030 kasus, dengan nilai Rp85,5 miliar.   
 
Selain itu, juga ada jaminan kematian (JKM) sebanyak 1.433 kasus, senilai 9,4 miliar. Lalu, jaminan pensiun (JP) sebanyak 11.262 kasus dengan nilai klaim sebanyak Rp7,5 miliar.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif