Balai Kota Malang, satu dari 32 bangunan bersejarah yang masuk dalam daftar cagar budaya di Kota Malang, Medcom.id - Daviq Umar
Balai Kota Malang, satu dari 32 bangunan bersejarah yang masuk dalam daftar cagar budaya di Kota Malang, Medcom.id - Daviq Umar (Daviq Umar Al Faruq)

Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Akan Bertambah

cagar budaya
Daviq Umar Al Faruq • 16 Januari 2019 05:00
Malang: Jumlah bangunan cagar budaya di Kota Malang, Jawa Timur, akan bertambah. Rencananya, pemerintah kota memasukkan 25 bangunan bersejarah dalam kategori cagar budaya pada 2019.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan pada 2018, 32 bangunan bersejarah masuk daftar cagar budaya. Kini jumlah bangunan tersebut bakal ditambah.
 
"Jadi ini tahap pertama, tahun 2019 akan ada lagi. perkiraan ada sekitar 25-an yang diusulkan," katanya, Selasa 15 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ida menjelaskan 25 bangunan itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya setelah melewati hasil kajian dari tim ahli cagar budaya Pemkot Malang. Tak hanya bangunan saja, namun juga struktur, situs, dan benda. 
 
"Sebenarnya ada sekitar 216 kategori yang masuk dalam daftar cagar budaya, tapi kebanyakan arca," ungkapnya.
 
"Kebanyakan yang tersimpan di museum Mpu Purwa itu kan berupa arca, arca itu tidak kita tetapkan, tapi sudah kita registrasi ke kementrian. Dan itu mulai sekarang sudah kita analisis," imbuhnya.
 
Ida menambahkan, Pemkot Malang saat ini telah memiliki tim ahli cagar budaya sendiri. Tugasnya yakni untuk meneliti apakah bangunan atau struktur yang ada di Kota Malang masuk dalam kategori cagar budaya atau tidak. 
 
"Karena kita sekarang sudah punya tim ahli cagar budaya, maka kita yang menetapkan sesuai dengan UU Cagar Budaya," bebernya.
 
Sementara itu, Pemkot Malang telah menetapkan sebanyak 32 bangunan dan struktur di Kota Malang menjadi cagar budaya. Bangunan yang ditetapkan mulai dari bangunan pemerintahan, sekolah, perbankan, gereja, klenteng, hingga bangunan brandweer (pemadam kebakaran).
 
Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku pihaknya bakal memberikan insentif berupa dana biaya perawatan dan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada pemilik bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya.
 
"Insentifnya ini nanti adalah pengurangan pajak dan ada biaya perawatan," katanya.
 
Sutiaji menambahkan pemberian insentif ini adalah upaya Pemkot Malang untuk menjaga bangunan bersejarah di Kota Malang yang masih tersisa. Selain itu, juga untuk mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Heritage.
 
"Kalau kita tidak perhatikan, pelan tapi pasti ini akan punah. Kita sudah kehilangan banyak sekali bangunan heritage yang kini dibongkar dan berubah fungsi," pungkasnya.
 
Bangunan dan struktur tersebut antara lain:
- Bangunan Balai Kota, 
- Bangunan Bank Indonesia, 
- Bangunan Kantor Pajak Pratama, 
- Bangunan Gereja Immanuel, 
- Bangunan Gereja Idjen, 
- Bangunan Sekolah SMA 4, 
- Bangunan Rumah Dinas Wali Kota, 
- Bangunan Sekolah Corjesu, 
- Bangunan Hotel pelangi, 
- Bangunan Rumah ex Toko NIMEF, 
- Bangunan Asrama Bali, 
- Bangunan Gedung AIA
- Bangunan Stasiun Kota Lama, 
- Bangunan Makam Bupati Malang, 
- Bangunan Rumah Anjasmoro 25, 
- Struktur Tandon Air Tlogomas, 
- Struktur jembatan Mojopahit, 
- Struktur Jembatan Kahuripan, 
- Struktur Buk Gluduk, 
- Bangunan KPPN, 
- Bangunan Gereja Hati Kudus, 
- Bangunan Sekolah Frateran, 
- Bangunan Bank Mandiri Merdeka,
- dan Bangunan Bank Commenwealth.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif